Tak Bisa Hentikan Iran, Amerika 'Teror' Negara Lain - Telusur

Tak Bisa Hentikan Iran, Amerika 'Teror' Negara Lain


telusur.co.id - Amerika Serikat 'mandul' karena tak bisa menghentikan pengiriman minyak dari Iran ke Venezuela. Amerika justru 'meneror' negara lain agar tidak membantu atau memberikan fasilitas kepada kapal tanker Iran.

Perwakilan Khusus AS untuk Venezuela Elliott Abrams mengatakan administrasi Trump secara diam-diam memperingatkan pemerintah asing (negara), pelabuhan, perusahaan pelayaran dan perusahaan asuransi agar tidak membantu armada kapal tanker Iran. Jika ada yang membantu akan menghadapi sanksi keras dari AS seperti dilansir Reuters.

“Kami telah memberi tahu komunitas pengiriman di seluruh dunia, pemilik kapal, kapten kapal, asuransi kapal, dan kami telah memberi tahu pelabuhan di sepanjang jalan antara Iran dan Venezuela,” kata Abrams dalam sebuah wawancara.

Dikabarkan ada negara yang memberikan fasilitas. Negara itu yang terletak di rute tanker. Namun, hingga kini belum jelas apa sanksinya.

Tapi, Adams memperkirakan bahan bakar hanya akan bertahan beberapa minggu dan sebagian besar disedot oleh loyalis Maduro. Kekurangan telah bertambah akut karena sanksi AS terhadap Venezuela di bawah Maduro, yang telah mengawasi keruntuhan ekonomi.

Amerika Serikat bulan ini mengeluarkan penasehat maritim global, memberikan panduan kepada industri perkapalan tentang bagaimana menghindari sanksi yang berkaitan dengan Iran, Korea Utara dan Suriah.

Washington tampaknya hanya mengandalkan langkah-langkah sanksi ekonomi. Amerika tak mau menghadirkan angkatan lautnya di Karibia untuk memblokir tanker. Iran dan Venezuela telah memperingatkan terhadap kekuatan militer A.S.

Angkatan Laut Venezuela pada hari Kamis mengawal sebuah kapal tanker keempat yang membawa bahan bakar Iran melalui perairannya ke negara yang kekurangan bensin. Satu tanker lain sedang dalam perjalanan di Atlantik.

Itu adalah pertanda memperdalam hubungan antara Venezuela dan Iran, keduanya anggota OPEC dengan hubungan penuh dengan Amerika Serikat.

Pemerintah Presiden Sosialis Venezuela, Nicolas Maduro, telah memamerkan kedatangan para tanker itu untuk menunjukkan bahwa kapal itu tetap tidak tunduk pada tekanan Amerika Serikat.[ham]


Tinggalkan Komentar