telusur.co.id - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Qomariyah mendorong penguatan peran perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pangan di pedesaan.
Hal tersebut disampaikan Siqom saat melaksanakan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 di Kampung Pintu RT 001 RW 005, Dusun Pintu, Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Kamis, 19 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan majelis taklim tersebut dihadiri secara antusias oleh jamaah ibu-ibu yang selama ini aktif berperan dalam berbagai kegiatan ekonomi keluarga dan usaha rumahan. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan besarnya semangat kaum perempuan untuk terus meningkatkan kemandirian ekonomi melalui berbagai usaha produktif.
Menurut Siqom, perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga, terutama melalui pengembangan usaha mikro yang memanfaatkan potensi lokal dan hasil pertanian yang tersedia di wilayah pedesaan.
“Perempuan memiliki kontribusi yang sangat besar dalam memperkuat ekonomi keluarga. Karena itu mereka perlu terus didorong agar memiliki akses yang lebih luas terhadap pelatihan, permodalan, dan pengembangan usaha,” ujar Siqom.
Ia menjelaskan bahwa selain berprofesi sebagai petani, banyak warga yang juga mengembangkan usaha kuliner, olahan pangan, serta kerajinan rumahan sebagai sumber tambahan pendapatan keluarga. Aktivitas tersebut menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat di Desa Bantarjaya.
Dalam dialog bersama warga, muncul aspirasi terkait kebutuhan akses permodalan bagi pelaku UMKM perempuan, termasuk dukungan pengembangan usaha agar produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain itu, masyarakat juga mengharapkan adanya pelatihan pengolahan pascapanen, teknik pengemasan produk yang lebih menarik, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana pemasaran hasil usaha.
Siqom menilai pemberdayaan perempuan harus menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi daerah karena dampaknya langsung dirasakan oleh keluarga dan lingkungan sekitar.
“Ketika perempuan memiliki usaha yang berkembang dan produktif, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Sebagai anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, Siqom memastikan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan dalam mendorong program-program yang berpihak pada pemberdayaan perempuan, penguatan UMKM, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Melalui kegiatan reses tersebut, Siqom berharap semakin banyak perempuan yang mampu menjadi pelaku usaha mandiri sekaligus penggerak ekonomi keluarga yang berkontribusi terhadap kemajuan desa. (VC)



