telusur.co.id - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengakui ada enam laskarnya yang menjadi korban saat bentrok dengan polisi, Senin (7/12). Mereka merupakan pengawal Imam Besar FPI, Muhammad Rizieq Shihab.
Pihak FPI, kata Munarman, mulanya tidak mengetahui jika enam laskarnya telah tewas. Menurutnya, ia baru mendengar kabar tersebut saat Kapolda Metro Jaya melakukan konferensi pers.
"Jadi ketika Kapolda Metro Jaya memberikan informasi bahwa enam Laskar tersebut ditembak mati, barulah kami mengetahui kondisi keenam orang laskar yang ada dalam mobil," ujar Munarman dalam keterangan tertulis, Selasa (8/12/20).
Menurut Munarman, tidak ada insiden baku tembak yang dilakukan FPI seperti yang disebut Kapolda Metro. Dia justru menyebut apa yang dilakukan pihak kepolisian terhadap enam laskarnya sebagai pembantaian.
"FPI melihat bahwa tindakan penguntitan dan gangguan terhadap Imam Besar Habib Rizieq Shihab, hingga pembantaian terhadap 6 orang laskar kami adalah terencana, sistematis, dan memiliki struktur komando," katanya.
Dalam keterangan tersebut, Munarman juga membeberkan identitas enam orang laskar yang tewas saat bentrok di tol Jakarta-Cikampek.
Pertama, Ahmad Sofiyan alias Ambon yang lahir di Jakarta, 16 Juli 1994, lalu ada Faiz Ahmad Syukur kelahiran 15 September 1998. Kemudian ada Andi Oktiawan yang lahir di Jakarta, 29 Oktober 1987.
Selanjutnya Lutfi Hakim kelahiran 27 September 1996, Muhammad Suci Khadavi kelahiran tahun 1999, serta Muhammad Reza yang lahir di Jakarta, 7 Juni 2000. [Fhr]
Laporan: Tri Setyo



