Sayid Ali Khamenei: Iran Pasti Balas Pembunuh Syahid Soleimani - Telusur

Sayid Ali Khamenei: Iran Pasti Balas Pembunuh Syahid Soleimani

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei. (Parstoday).

telusur.co.id - Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Uzma Sayid Ali Khamenei mengatakan, para pelaku pembunuhan terhadap Syahid Jenderal Qassem Soleimani harus dibalas, dan akan dilakukan dalam waktu yang tepat.

Ayatullah Khamenei dalam pertemuan dengan panitia penyelenggara haul Syahid Qassem Soleimani dan keluarga beliau hari Rabu (16/12/20) menyebut Syahid Soleimani sebagai pahlawan bangsa Iran dan umat Islam.

"Mengingat Syahid (Soleimani) orang yang merakyat dan dicintai rakyat, maka potensi ini harus memanfaatkan dengan mengerahkan upaya budaya dan kreativitasnya," ujar Rahbar seperti dilaporkan Parstoday.

Khmenei pun menjelaskan alasan kenapa Syahid Soleimani diposisikan sebagai pahlawan nasional bangsa Iran.

"Alasan mengapa Syahid Soleimani menjadi pahlawan bangsa Iran dan berbagai lapisan masyarakat menghormati beliau dan berduka atas kepergiannya, karena Syahid Soleimani sebagai manifestasi dai nilai-nilai budaya Iran," ujarnya. .

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran itu memandang keberanian dan perlawanan, kebijaksanaan, kecerdasan, pengorbanan, dan persaudaraan sebagai karakter Syahid Soleimani.

"Syahid  mulia ini  memiliki ketinggian spiritual, ketulusan  serta berorentasi akhirat, dan beliau orang yang rendah hati," tutur Rahbar (sebutan untuk pemimpin tertinggi di Iran).

Rahbar juga menyinggung kecintaan rakyat Iran kepada Soleimani, bahkan ketika melepas kepergiannya.

"Jutaan orang menghadiri prosesi pemakaman Syahid Soleimani dan Abu Mahdi al-Mohandes di Irak dan Iran yang tak terlupakan. Upacara peringatan kedua Syuhada menjadi perang lunak yang akan mengejutkan kubu arogan, sekaligus tamparan keras pertama di wajah Amerika Serikat," ungkapnya.

Rahbar dalam pidatonya juga menyinggung serangan rudal Iran ke pangkalan militer AS, Ain al-Assad.

"Pukulan yang lebih keras adalah dominasi serangan lunak terhadap himne kosong adidaya yang dilakukan dengan partisipasi para pemuda Revolusioner dan intelektual Mukmin, juga pengusiran pasukan AS dari kawasan oleh bangsa-bangsa dan gerakan perlawanan," tandasnya. [Tp]


Tinggalkan Komentar