telusur.co.id - Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, menegaskan pentingnya peran strategis Bank Maluku Malut sebagai motor penggerak pembangunan dan penguatan kemandirian fiskal daerah di kawasan timur Indonesia.
Dalam kunjungan kerja di Ambon, Kamis (16/4/2026), Rifqinizamy menekankan bahwa bank daerah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga bisnis, tetapi juga harus menjadi instrumen yang memberikan perlindungan dan kemudahan akses keuangan bagi masyarakat kecil.
“Proses pengajuan harus mudah, murah, dan terproteksi agar masyarakat benar-benar merasakan dampaknya,” ujarnya.
Ia menilai, optimalisasi kinerja BUMD seperti Bank Maluku Malut sangat penting untuk memperkuat pembiayaan pembangunan di berbagai sektor, sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah.
Selain itu, ia juga mendorong bank daerah untuk tidak hanya fokus pada penyaluran kredit kepada aparatur pemerintah, tetapi memperluas akses ke sektor produktif masyarakat luas.
Rifqinizamy menekankan perlunya transformasi layanan melalui digitalisasi agar bank daerah mampu bersaing dan memberikan layanan yang lebih cepat, efisien, dan inklusif.
“Yang harus didorong adalah transformasi agar mereka bisa lebih berkembang, sehingga proteksi yang diberikan tidak sia-sia,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa bank daerah perlu aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah Maluku dan Maluku Utara.
Dengan penguatan inovasi dan digitalisasi, Bank Maluku Malut diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam memperkuat ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.



