telusur.co.id - Relawan kemanusiaan asal Indonesia akan mengikuti misi kemanusiaan internasional melalui jalur darat (Land Convoy) menuju Gaza sebagai bagian dari inisiatif global Global Sumud Flotilla. Misi ini merupakan gerakan masyarakat sipil lintas negara yang berfokus pada pengiriman bantuan kemanusiaan dan dukungan pemulihan bagi masyarakat terdampak di Gaza.
Konvoi darat ini direncanakan akan dimulai dari Tripoli, Libya, dan melintasi wilayah Libya hingga
Mesir, dengan tujuan akhir mencapai perbatasan Rafah sebagai akses utama distribusi bantuan. Misi ini melibatkan ratusan hingga ribuan partisipan dari berbagai negara dengan latar belakang profesional, termasuk relawan kemanusiaan, tenaga medis, dan tenaga teknis.
Sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual, akan diselenggarakan agenda doa bersama dan
pelepasan relawan pada hari Minggu, 03 Mei 2026 pukul 10.00 s.d 12.00 berlokasi di Masjid
Nuruzzaman Kampus UNAIR B, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur.
Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat untuk memberikan dukungan serta doa kepada para relawan yang akan menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Surabaya mengirimkan 2 relawan yang akan mewakili Indonesia dan akan bergabung dengan 4 relawan lainnya dari Bandung dan Jakarta. Sehingga total ada 6 relawan yang akan mengikuti agenda Land Convoy ini.
Inisiatif kegiatan di Surabaya ini juga membawa semangat untuk memperluas partisipasi publik.
Selama ini, berbagai aksi solidaritas kemanusiaan kerap terpusat di wilayah tertentu seperti Jakarta
dan Jawa Barat. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kepedulian dapat tumbuh lebih merata, termasuk di Surabaya dan wilayah Jawa Timur.
Selain menjadi momentum pelepasan relawan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong
meningkatnya eksposur publik terhadap isu kemanusiaan di Gaza, sekaligus membuka ruang
partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat, baik dalam bentuk doa, dukungan moral, maupun
kontribusi lainnya.
Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Ziyad menguraikan bahwa, keterlibatan para relawan merupakan bagian dari ikhtiar kolektif masyarakat sipil dalam merespons isu kemanusiaan global.
“Misi ini bukan sekadar perjalanan lintas negara, tetapi bagian dari upaya bersama untuk
menghadirkan bantuan dan kepedulian. Tidak semua harus berada di lokasi, namun setiap orang dapat mengambil peran dalam cara yang berbeda,” tandas Ziyad pada press conference GPCI. Minggu, (03/5/2026) siang.
Selain melalui aksi lapangan seperti konvoi darat, upaya kemanusiaan untuk Gaza juga dilakukan
melalui berbagai jalur, termasuk jalur laut yang sudah lebih dulu jalan sejak awal April 2026 dari
Barcelona, Spanyol hingga agenda forum internasional yang mendorong terbukanya akses bantuan secara lebih luas.
Dalam pelaksanaannya, misi Land Convoy ini tetap mengedepankan prinsip kemanusiaan,
perdamaian, serta koordinasi dengan berbagai pihak terkait di setiap wilayah yang dilalui.
“Kampun pun sedang mengupayakan untuk bisa terhubung dengan Kedutaan Besar Indonesia untuk Mesir. Harapannya para relawan bisa mendapatkan sambut baik,” jelas Ziyad.
Melalui kegiatan pelepasan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk terlibat dalam gerakan solidaritas kemanusiaan, baik melalui doa, dukungan moral, maupun kontribusi. (ari)



