Raih Runner-Up EPA Championship, Yulian Syahreva Tetap Apresiasi Perjuangan Persiku Kudus U-19 - Telusur

Raih Runner-Up EPA Championship, Yulian Syahreva Tetap Apresiasi Perjuangan Persiku Kudus U-19

Persiku Kudus U-19 raih runner up Elite Pro Academy (EPA) Championship U-19 setelah kalah tipis 2-3 dari Sumsel United U19 pada partai final yang berlangsung di Lapangan Akademi Garudayaksa, Bekasi, Sabtu (16/5). Foto: Telusur/Risyad.

telusur.co.id -Persiku Kudus U-19 harus mengubur mimpi meraih gelar juara Elite Pro Academy (EPA) Championship U-19 setelah kalah tipis 2-3 dari Sumsel United U19 pada partai final yang berlangsung di Lapangan Akademi Garudayaksa, Bekasi, Sabtu (16/5).

Persiku Kudus U19 sejatinya tampil meyakinkan pada awal pertandingan. Tim berjuluk Macan Muria Muda itu sukses mencetak dua gol cepat melalui Muhammad Bagus Pradana pada menit ke-17 dan Maulana Aldiansyah semenit berselang.

Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Sumsel United U-19 mampu bangkit dan memperkecil ketertinggalan lewat gol Pasha Andrio pada menit ke-33.

Muhammad Daffa Trihardi kemudian menjadi penentu kemenangan Sumsel United setelah mencetak dua gol pada menit ke-29 dan menit ke-77. Brace tersebut memastikan kemenangan 3-2 sekaligus membawa Sumsel United keluar sebagai juara EPA Championship U-19.

Usai pertandingan, Pelatih Persiku Kudus , Yulian Syahreva, tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya meski gagal membawa pulang trofi juara.

Menurutnya, anak asuhnya telah tampil maksimal sepanjang pertandingan. Ia juga menilai kelengahan setelah unggul dua gol menjadi momentum kebangkitan lawan.

"Yang pertama kita bersyukur dengan hasil apa pun hasilnya ini. Yang terpenting kita sudah menjalani semaksimal mungkin. Jadi bermain dalam match-nya kita sempat unggul 2-0. Begitu 2-0, kita di-counter, bisa jadi 3-2. Ini sepak bola. Makanya siapa pun dalam bermain tetap harus konsisten, harus serius, dan harus disiplin," ujar Yulian kepada awak media seusai laga.

Meski gagal menjadi juara, Yulian menilai penyelenggaraan EPA Championship U-19 memberikan dampak positif bagi perkembangan pemain muda.

Menurut dia, kompetisi kelompok umur seperti EPA Championship menjadi wadah penting bagi pemain dan pelatih untuk berkembang menuju level profesional.

"EPA Championship ini adalah tahun pertama. Dan kita respon ini merupakan hal yang positif. Karena ini wadah untuk pelatih, untuk pemain yang utama, bisa berkembang di sini. Yang notabene bukan masalah kalah-menang atau juara pun, tapi bagaimana menjalani prosesnya sebaik mungkin. Jadi dari sini kelihatan nanti bagaimana pemain ini bisa berkembang dan masuk ke arah profesional," tuturnya.

Penampilan Persiku Kudus sepanjang turnamen juga dinilai melahirkan sejumlah talenta potensial. Yulian mengaku telah mengantongi beberapa nama pemain yang berpeluang promosi ke tim senior Persiku Kudus.

Meski demikian, ia menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen klub dengan mempertimbangkan kebutuhan tim ke depan.

"Saya pikir dari Persiku U19 ada beberapa nama yang bisa nanti dinaikkan, tapi dalam artian ini kembali kepada manajemen. Karena manajemennya ini enggak cuma satu arah, tapi melihat kebutuhan tim nantinya seperti apa," tutup Yulian.


Tinggalkan Komentar