Penulis: Rusdianto Samawa*
Saya menuju Desa Prajak Kabupaten Sumbawa, sebuah desa pesisir yang terintegrasi dengan Kawasan Samota. Termasuk ruang lingkup pengelolaan Samota (Teluk Saleh, Moyo, Tambora).
Saya dijemput, salah seorang pemuda energik bernama Sudarso alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumbawa yang selama ini melakukan pemberdayaan dan perhatikan masalah rakyat Desa Prajak.
Kami diskusi asyik disekitar panggung pentas seni Desa Prajak seputar pembangunan Kabupaten Sumbawa yang perlu ada akselerasi ide, gagasan, dan kecerdasan serta kerja-kerja cerdas untuk menjawab tantangan dan harapan masyarakat pesisir desa Prajak.
Kami harapkan ide dan gagasan ini sebagai perluasan semangat dalam berbagai kegiatan di Sumbawa untuk masyarakat pesisir Desa Prajak sehingga bisa memberikan dampak bukti manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi wilayah Sumbawa.
Pemerintah Desa Prajak Kabupaten Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini secara fundamental merupakan pengelola wilayah pesisir. Sebuah wilayah market yang sangat besar dimana Desa Prajak ini, memiliki akses langsung kepada seluruh jenis market baik jalan poros Samota maupun akses ke seluruh sektor pariwisata.
Masyarakat pesisir, terutama Desa Prajak sudah saatnya mengubah pola proses flow perdagangan konvensional atas komoditas Kelautan dan Perikanan wilayah Desa Prajak. Tentu diskusi yang ada, ketika mengunjungi Desa Prajak, merubah perilaku dan tindakan dari kelompok-kelompok Nelayan maupun komunitas masyarakat agar melakukan proses bisnis berbasis teknologi digital yang memungkinkan itu bisa dijalankan.
Pola teknologi digital ini harus terintegrasi dengan Sumber Daya Manusia Desa Prajak. Terutama soal pengunaan sumber modal perdagangan yang ditawarkan oleh teknologi digital memungkinkan siapapun bisa melakukan direct penetration kepada pelanggan (end user). Yang memiliki keuntungan terbesar adalah pihak yang memiliki akses market langsung terhadap sebuah komunitas besar dimana market itu ada.
Sala satu potensi yang ada, mengerahkan program Mahadesa dalam konteks menghadirkan mesin - mesin air penyulingan air laut menjadi air minum sebagai sentuhan industrialisasi. Karena desa Prajak Kabupaten Sumbawa ini, sangat sulit masyarakat mengakses air minum. Maka perlu ada akselerasi pembangunan pusat air bersih yang bersumber dari laut.
Tentu program Mahadesa ini bernilai manfaat bagi kemandirian usaha sektor petani, kelautan dan perikanan seperti: air bersih, pabrik es, nelayan, pembudidaya, industri rumahan, manufaktur, olahan hasil laut dan lainnya sehingga peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir menjadi target terpenting yang diutamakan.
Hadirnya mesin-mesin air penyulingan ini, jelas dalam kerangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berbasis pada sumber daya manusia (SDM) berkualitas, industri yang maju, modern, dan lingkungan hidup yang lestari.
Tentu, program Mahadesa tidak hanya tentang digitalisasi teknologi Informasi, tetapi masyarakat Desa Prajak bisa menguatkan peran sertanya sebagai epicenterum ekowisata maritim diseputar Samota yang ditunjang oleh kekuatan pengelolaan sumber daya air yang terjangkau.
Program Mahadesa, jika direalisasika dalam bentuk kehadiran mesin-mesin penyulingan air merupakan modal dasar bagi pemerintah untuk kembangkan ekonomi daerah dengan menggerakkan seluruh pelaku usaha, baik oleh BUMD ataupun BUMDES, yang dalam 6 tahun terakhir menjadi ikon baru gerakan pembangunan ekonomi pedesaan, untuk mengelola dan mendapatkan keuntungan dari potensi bisnis dari market tersebut.
Tentu masyarakat berharap, proses pembangunan ekonomi pedesaan tidak terlepas dari membangun infrastruktur ekonomi yang menjadi pondasi bagi pelaku usaha seperti BUMD, BUMDES, dan wirausaha lokal dalam hal akses market, distribusi, financing, dan intermediasi integrasi market dalam skala yang sangat besar.
Instrumen dalam pengelolaan Desa Prajak yang masuk dalam kawasan Samota tersebut, merupakan tolak ukur pemanfaatan sumber daya kelautan - perikanan, ekosistem lingkungan dan pariwisata. Tentu parameternya: harus hadirnya sumber air bersih, dan penggunaan kawasan laut sebagai penyangga ekonomi dan pendapatan masyarakat untuk memperkuat konektivitas diberbagai wilayah desa pesisir. Terutama di Desa Prajak Kabupaten Sumbawa.
Pembangunan infrastruktur ekonomi di Desa Prajak Kabupaten Sumbawa saat ini mewajibkan keterlibatan teknologi digital sebagai framework infrastruktur ekonomi pedesaan. Tanpa disupport oleh sistem digital, sangat sulit untuk mengintegrasikan sebuah ekosistem market yang sangat besar yang terkontrol dengan baik.[***]
*) Pendiri Teluk Saleh Institute