Pengamat Ceramahin Menteri Agama : Makanya Sebelum Bicara Dipikirin Dulu - Telusur

Pengamat Ceramahin Menteri Agama : Makanya Sebelum Bicara Dipikirin Dulu

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto ist

telusur.co.id - Pengaturan toa masjid yang disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menimbulkan kontroversial di tengah masyarakat.

Hal itu terjadi karena Menteri Agama diduga membandingkan penggunaan toa masjid dengan gonggongan anjing.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai pernyataan tersebut tentu tak pantas disampaikan seorang menteri. Sebagai pejabat publik, seharusnya bijak memilih diksi yang tidak menimbulkan multi tafsir.

"Menganalogikan toa masjid dengan gonggongan anjing memang terbuka menimbulkan multi tafsir. Disatu sisi, masjid tempat yang suci bagi ummat Islam, sementara disisi lain anjing dinilai binatang penuh najis," kritik Jamiluddin, Kamis.

Hal itu dengan sendirinya dapat menimbulkan persepsi yang negatif terhadap pernyatan Menteri Agama. Akibatnya, sebagian ummat Islam bisa saja menilai pernyataan itu sebagai penghinaan.

Jadi, kontroversi itu terjadi karena dua hal. Pertama, Menteri Agama seperti kurang kerjaan sehingga harus mengatur penggunaan toa masjid. Padahal, hal itu sudah berlangsung ratusan tahun tanpa adanya gesekan yang berarti.

Bahkan di era penjajahan saja hal itu tidak dipersolkan. Penjajah tidak membuat aturan seperti yang diatur Menteri Agama saat ini.

Dua, menganalogikan toa masjid dengan gonggongan anjing memang membuka persepsi yang beragam. Ragam persepsi inilah yang menimbulkan kontroversial di tengah masyarakat.

Karena itu, sebaiknya menteri tidak perlu mengatur hal-hal yang terlalu sensitif, apalagi berkaitan dengan agama. Sebagai pejabat publik juga harus selektif memilih diksi agar tidak menimbulkan jarak persepsi yang lebar. "Pejabat publik seharusnya berpikir dulu baru berbicara, bukan sebaliknya," tandasnya. [ham]


Tinggalkan Komentar