Menkes Minta Bantuan PBNU Tangani Stunting - Telusur

Menkes Minta Bantuan PBNU Tangani Stunting

Menkes Budi Gunadi Sadikin. Foto: NU Online

telusur.co.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, kesehatan dan pendidikan merupakan sesuatu yang sangat penting. Karena dua hal tersebut yang menentukan maju tidaknya sebuah bangsa. Sehingga perlu dipersiapkan dan salah satunya untuk menekan angka stunting dengan menggandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

"Sudah akan segera jalan kerja sama dengan Mbak Alissa, dimana kami minta bantuan PBNU untuk menyosialisasikan Gerakan Anak Sehat terkait stunting pemenuhan gizi di seluruh Indonesia," kata Budi pada NU Health Summit 2023 di Kampus UIN Walisongo, Semarang, Jumat (11/8/23).

Budi menjelaskan, kerja sama penurunan stunting dengan menggandeng PBNU tersebut, tahap awal akan diterapkan di lima provinsi yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Utara yang merupakan penyumbang angka stunting cukup tinggi sekitar 40 persen.

"Transformasi yang harus dilakukan adalah bagaimana menjaga orang sehat, bukan menyembuhkan orang sakit. Jadi jangan berpikir menyembuhkan atau berpikir sudah sakit, tetapi bagaimana jangan sampai masuk rumah sakit. Menjaga kesehatan itu yang paling penting" katanya.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengakui bahwa tanggung jawab kesehatan rakyat Indonesia ada berada di tangan menteri kesehatan, namun lembaga kesehatan NU (LKNU) dan PDNU turut berkontribusi dan membantu mewujudkan masyarakat sehat.

Dalam kesempatan sama, pengurus harian tanfidziyah Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid atau Alissa Wahid menjelaskan, Menkes dan tim memiliki kerangka kerja dalam penurunan stunting.

"Menkes mengajak PBNU untuk memperkuat posyandu. Jadi kader-kader NU terlibat untuk membantu posyandu. Kami melakukan penguatan posyandu bersama kader-kader NU di tingkat desa dan melakukan pendampingan kepada masyarakat melalui kader posyandu tingkat desa," kata Alissa.

Kader NU memperkuat kader Posyandu untuk melakukan pendampingan masyarakat desa dan pada tahap awal dilakukan di lima provinsi dengan angka stunting paling besar.

"Tahun ini dimulai di tiga provinsi, tahun berikutnya perluasan sampai kelima provinsi dan akan dicek perkembangannya seperti apa," kata Alissa.

Hal tersebut, lanjut Alissa, NU sendiri juga memiliki Program Gerakan Keluarga Maslahah yang salah satu dimensinya adalah keluarga sehat yang mengkonsolidasikan semua program NU ke arah keluarga sampai tingkat desa.

Terkait dengan NU Health Summit 2023, Alissa menilai menjadi moment yang pas untuk memperbaiki layanan kesehatan di lingkungan NU dan memperbaiki kapasitas tenaga kesehatan dari NU, sehingga lebih bermanfaat untuk masyarakat.[Fhr] 


Tinggalkan Komentar