telusur.co.id - Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Zain, meminta guru-guru Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengajarkan sikap moderat kepada para santri. Termasuk berhati-hati dalam bertutur kata dan bersikap karena bisa ditiru peserta didik.
"Guru madrasah memiliki peran penting untuk memberikan pemahaman yang toleran sejak dini kepada peserta didik,” kata Muhammad Zain.
Dalam Rapat Koordinasi-Sharing Direktorat GTK Madrasah yang melibatkan 40 guru MI, MTs, dan MA Al-Zaytun itu, Zain juga mengajak peserta didik dapat memahami minat, bakat, dan kemampuan para murid.
"Guru madrasah harus berhati-hati dalam berbicara kepada siswa, karena apa yang diucapkan oleh guru bisa jadi kenyataan,” sambungnya.
Zain menuturkan, madrasah yang kondusif penting bagi perkembangan peserta didik. Ini mengapa, para guru diharapkan salah satunya perlu memiliki kemampuan untuk memahami minat, bakat, dan kemampuan peserta didiknya.
"Semisal ada murid yang suka matematika, sains, bahasa, melukis dan lain-lain. Guru harus bisa memfasilitasi itu. Dengan demikian Kecerdasan-kecerdasan siswa bisa terekspos dan dimaksimalkan,” terangnya.
Zain menambahkan guru harus mampu mewujudkan madrasah menjadi creative school. “Mari kita terapkan konsep “madrasati jannati” atau madrasahku adalah surgaku. Kalau para siswa ini sudah merindukan madrasahnya, tempat belajarnya, maka otomatis mereka juga akan cinta atau bahkan kecanduan untuk belajar di madrasahnya,” tukasnya.[Fhr]



