Kejutan di Piala Thomas 2026: Prancis Hentikan Dominasi Indonesia, Ganda Jadi Kunci - Telusur

Kejutan di Piala Thomas 2026: Prancis Hentikan Dominasi Indonesia, Ganda Jadi Kunci

Pebulu tangkis Prancis Alex Lanier. Sumber foto: int

telusur.co.id - Tim Prancis membuat kejutan besar di Kejuaraan Piala Thomas 2026 dengan mengalahkan juara 14 kali, Indonesia, 4-1, pada pertandingan terakhir Grup B di Forum Horsens, Rabu (29/4/2026). Kemenangan ini memastikan tempat Prancis di perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Legenda bulu tangkis Datuk Seri Lee Chong Wei memuji penampilan tim Ayam Jantan Eropa itu, khususnya kekuatan ganda mereka. “Kebangkitan pesat mereka seharusnya menjadi peringatan bagi kekuatan-kekuatan tradisional bahwa tidak ada yang bisa dianggap remeh,” kata Chong Wei.

Kemenangan ganda menjadi sorotan. Adam Eloi (27) dan Leo Rossi (26) berhasil menaklukkan pasangan Indonesia, Moh Reza dan Sabar Karyaman, dengan skor 21-19, 21-19, membawa poin keempat bagi Prancis. Sebelumnya, tiga kemenangan tunggal dari Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov memastikan keunggulan Prancis, masing-masing mengalahkan Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Ginting.

Kakak beradik Popov hanya kalah satu kali dari pasangan ganda Fajar Alfian-Shohibul Fikri dengan skor 18-21, 21-19, 11-21. Selain itu, Prancis juga memiliki Julien Maio dan William Villeger, yang sebelumnya mengalahkan juara dunia Aaron Chia-Soh Wooi Yik di German Open 2026.

“Pemain tunggal Prancis sudah menunjukkan peningkatan, tapi kemenangan ganda mereka benar-benar mengejutkan,” ungkap Chong Wei. “Pasangan itu bermain sangat bagus, kualitas permainannya luar biasa.”

Sementara itu, Indonesia mencatat sejarah buruk dengan gagal lolos dari babak penyisihan grup untuk pertama kalinya. Chong Wei menambahkan, “Saya yakin manajemen mereka akan menyelidiki hasil ini. Ada kemungkinan perubahan menjelang Asian Games mendatang.”

Kemenangan Prancis bukan hanya kejutan, tetapi juga sinyal bahwa persaingan bulu tangkis dunia semakin terbuka, dengan tim-tim baru mulai menantang dominasi tradisional.


Tinggalkan Komentar