telusur.co.id - Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman, Mohammad Ali al-Houthi, menyebut kejahatan koalisi agresor pimpinan Arab Saudi sebagai terorisme internasional.
"Negara-negara koalisi pimpinan Saudi-Amerika mengejar tujuan-tujuan jahat, termasuk mengintimidasi rakyat Yaman, menjarah negara, membunuh warga sipil setiap hari, menciptakan kelaparan secara sengaja, dan membagi wilayah Yaman," tulis Mohammad Ali al-Houthi di akun Twitter-nya, yang dikutip IRIB, Sabtu (26/12/20).
Menurutnya, rakyat Yaman sedang menghadapi serangan intelijen, dimana pejuang dan orang-orang Yaman menjadi target serangan langsung AS, Saudi, Uni Emirat Arab, dan sekutunya. Persatuan rakyat Yaman juga menjadi target operasi intelijen.
"Oleh karena itu, kita harus waspada dan siaga untuk mengalahkan mereka, lanjut Ali al-Houthi.
Dia mengajak para netizen yang aktif di media sosial untuk bergabung dalam kampanye #2.100 days after US-Saudi aggression.
Sebuah kelompok HAM mencatat bahwa lebih dari setengah juta rumah hancur dan jutaan orang Yaman mengungsi tepat setelah 2.100 hari dari serangan yang dipimpin Amerika-Saudi. [Tp]



