Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Fahri Hamzah: Negara Tak Tahu Cara Mebenahinya - Telusur

Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Fahri Hamzah: Negara Tak Tahu Cara Mebenahinya

Fahri Hamzah

telusur.co.id - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia Fahri Hamzah mengatakan kebakaran yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Banten, karena negara tidak tahu bagaimana cara membenahi Lapas, sementara kondisi Lapas terus mengalami penambahan warga binaannya.

"Lapas itu dianggap tempat yang tak perlu manusiawi. Negara karenanya tidak mau dan nggak tau cara memperbaiki lapas sementara penghuni tambah banyak," ujar Fahri, Kamis.

Fahri yang pernah duduk sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu bahkan menyebut, Lapas yang paling manusiawi di Indonesia adalah Lapas yang berada di Bandung, Jawa Barat, yakni Lapas Sukamiskin. Sebab, tempat itu sudah dibangun sejak zaman kolonial Belanda atau sudah berdiri sejak 103 tahun lalu.

"Lapas Sukamiskin, dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda sejak 1918 atau 103 tahun lalu. Bayangkan, penjajah bikin Lapas manusiawi abad lalu, sementara negara merdeka bikin Lapas kayak neraka kata menterinya (Menkumham) sendiri. Ini bom waktu!" ujarnya mengingatkan.

Dulu selama dirinya bertugas sebagai Wakil Ketua DPR RI, dalam kunjungannya tak ada Lapas yang tidak mengalami kelebihan kapasitas. Dirinya turut menggambarkan kondisi Lapas yang dihuni oleh puluhan napi sungguh mengerikan, layaknya ikan yang disimpan berdempetan.

"Dalam kunjungan saya ke seluruh lapas selama bertugas, tidak ada 1 lapas yang tidak overcapacity, bahkan ada yang 4 kali. Mengerikan! Tapi percuma karena memang nggak akan dibela. Lapas tempat orang yang tak layak dibela," kata Fahri Hamzah.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM mengatakan Lapas Kelas 1 Tangerang yang terbakar, ada pada kondisi melebihi kapasitas. Lapas Kelas 1 Tangerang secara keseluruhan dihuni oleh 2.069 narapidana, melebihi kapasitasnya yang hanya untuk 900 orang.

Hal itu disampaikan Juru bicara Ditjen PAS Rika Aprianti, dia mengatakan Lapas Blok C2 yang terbakar pada Rabu dini hari dihuni oleh sekitar 122 narapidana, sementara kapasitasnya hanya untuk 40 orang. [ham]


Tinggalkan Komentar