telusur.co.id - Sebuah sumber militer mengungkapkan bahwa Iran hampir melancarkan serangan langsung ke Israel jika kesepakatan gencatan senjata di Lebanon tidak tercapai tepat waktu.
Dilansir kantor berita Tasnim News Agency, sumber tersebut menyebut Iran telah menetapkan pukul 20.00 waktu setempat sebagai batas akhir. Jika komitmen gencatan senjata gagal direalisasikan, serangan akan segera dilakukan.
“Semua persiapan telah dilakukan, bahkan peluncur rudal sudah diaktifkan untuk menghancurkan target,” ujar sumber tersebut.
Menurutnya, tekanan diplomatik yang dilakukan Iran akhirnya membuahkan hasil. Gencatan senjata di Lebanon diumumkan hanya sekitar satu jam sebelum batas waktu tersebut, meredakan potensi eskalasi besar di kawasan.
Pengumuman itu disampaikan oleh Donald Trump sekitar pukul 19.00 waktu Teheran, yang menandai dimulainya penghentian konflik di Lebanon.
Sumber militer itu juga menegaskan bahwa kegagalan menjalankan komitmen tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran serius, dan Iran siap mengambil tindakan tegas. Ia menambahkan bahwa kesabaran Teheran disebut sudah berada di batas akhir.



