telusur.co.id - Polri melalui Divisi Propam membentuk tim khusus guna mendalami penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI). Seperti diketahui, terjadi bentrokan fisik antara laskar FPI pengawal Muhammad Rizieq Shihab dengan penyidik Polda Metro Jaya di Tol Jakarta-Cikampek, Senin (7/12/20) diri hari.
Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo mengatakan, tim khusus tersebut untuk mengetahui apakah ada kesalahan prosedur atau tidak, dalam insiden penembakan tersebut.
Tim khusus ini terdiri dari 30 orang. Mereka nantinya akan menginvestigasi enam anggota Polda Metro Jaya yang terlibat adu fisik dengan laskar FPI.
"Propam Polri membentuk tim untuk melakukan pengawasan dan pengamanan terkait tindakan anggota di lapangan. Sehingga nanti diketahui, apakah sudah sesuai dengan Perkap Nomor 8 Tahun 2009," ujar Sambo dalam keterangannya.
Investigasi, kata Sambo, dimulai dari pemeriksaan anggota Polri yang terlibat dalam penembakan tersebut. Selain itu, tim khusus akan melakukan olah TKP di lokasi penembakan di jalan tol Jakarta-Cikampek.
Terkait pro kontra yang terjadi di masyarakat usai peristiwa penembakan tersebut, Sambo tidak berbicara banyak. Dia hanya berjanji tim khusus ini akan bekerja secara transparan.
"Akan kami cek administrasinya bagaimana. Kami juga akan cek TKP, kejadiannya seperti apa," jelasnya.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran mengatakan, saat mengikuti kendaraan pengikut Rizieq di jalan tol, petugas diserang dengan dipepet mobilnya. Tidak lama kemudian, pelaku penyerangan mengeluarkan senjata api dan senjata tajam sejenis samurai dan celurit.
"Karena akan membahayakan keselamatan jiwa petugas pada saat itu kemudian petugas melakukan tindakan tegas dan struktur. Sehingga mengakibatkan enam orang penyerang meninggal dunia dan empat orang melarikan diri," ujar Fadil di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/12/20). [Fhr]
Laporan: Tri Setyo



