telusur.co.id - Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Silmy Karim mengatakan, saat ini terjadi peningkatan pelayanan seiring naiknya jumlah turis ke Indonesia pasca pandemi Covid-19. Hal ini tidak terlepas dari dari perlintasan yang mendekati normal.
"Di Bali awalnya 17 ribu, saat ini 13 ribu. Jadi ada peningkatan. Kita lihatnya tren ini baik. Bahkan kan penerbangan banyak masih ditutup terutama China. Jadi kalau China sudah bener-bener terbuka, saya yakin WNA yang masuk Bali lebih tinggi dari 2019," kata Silmy dalam rapat dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/6/23).
Silmy menyampaikan data, dari sisi pelayanan parpor juga sudah ada peningkatan yang sangat luar biasa. Pada tahun 2022, ada 3,8 juta permintaan penerbitan paspor, visa 2,8 juta, izin tinggal 459.
"Sampai dengan akhir 2023, itu sudah 2 juta permohonan paspor. Jadi sebulan saat ini kurang lebih 450 ribu paspor dibandingkan sebelum Covid yang hanya sekitar 250 ribu," kata
Karena itu, menurut Silmy, ini membuktikan bahwa adanya peningkatan minat permohonan paspor di tahun ini. Dan visa juga meningkat seiring selesainya pandemi Covid-19, termasuk izin tinggal.
Selanjutnya, terkait data penyebaran WNA di Indonesia. Di Bali sebanyak 42 persen dengan jumlah 252 ribu WNA, dan provinsi lainnya 58 persen. Jumlahnya, di Bali 252 ribu jumlahnya 347 ribu.
"Dengan masing-masing ada visa kunjungan, ada ITK (Izin Tinggal Kunjungan), ada ITAS (Izin Tinggal Terbatas), ITAP (Izin Tinggal Tetap)," kata Silmy. [Fhr]



