Harun Masiku, di Mana Kau?  - Telusur

Harun Masiku, di Mana Kau? 


Oleh: Muslim Arbi

Harun Masiku di mana kau berada? Ini pertanyaan yang muncul setelah saya baca artikel di Kompas berjudul "Menanti Akhir Pelarian Harun Masiku". Saya pikir siapa Harun Masiku? Pasti publik sudah tahu. Setelah OTT Wahyu Setiawan, Komisioner KPU oleh KPK.

Yang menjadi pertanyaan saya juga sampai kapan kau lari dan sembunyi, wahai Harun Masiku? Apakah kau tidak sadar akibat pelarianmu bikin gonjang ganjing Istana dan Ibu Suri bukan?

Kau Harun Masiku, namamu mengabadikan seorang Nabi. Nabi Harun AS. Tapi kenapa, kau tidak saja segera datang untuk menyerahkan diri? 

Wahai Harun Masiku, tidakkah pelarianmu yang berkepanjangan itu, bikin Ketum PDIP dan jajarannya dicurigai sembunyikan kau. Bikin Menkumham Yasonna Laoly pecat Dirjen Imigrasi Ronny Sompie, karena sang Dirjen jujur berkata apa adanya tentang keberadaanmu, sedang Sang Mentri yang masih Kader PDIP itu berusaha bela partainya dan berkata sebaliknya. 

Akibat kau Harun Masiku, Mentri Yasonna didesak untuk dipecat oleh Jokowi karena dianggap berbohong dan dianggap bertanggung jawab atas buronan KPK yang turut disembunyikan oleh Sang Mentri. Sang Mentri pun kau bikin pusing.

Harun, kau bikin Jokowi turut pusing karena Jokowi juga selain Presiden adalah Petugas Partai yang tunduk dan taat terhadap ketumnya Megawati Soekarnoputri.

Kau pasti bikin Jokowi dan Megawati turut pusing. Jokowi dianggap takut perintahkan penangkapan meski sebagai Prediden harus mempertagungjawabkan di hadapan publik dan Rakyat Indonesia.

Kalau Jokowi diam karena takut sama Megawati ketumnya, maka Jokowi juga dianggap bersekonglol sembunyikan penjahat.

Megawati juga kau bikin pusing Run (Harun) karena ada tanda tangannya bersama Sekjennya Hasto di surat yang di kirim ke KPU. Konon akibat kau, Hasto ngumpet juga saat mau ditangkap KPK. Juga kantor Partaimu (PDIP) gagal digeledah KPK karena dibela Dewas (Dewan Pengawas) KPK yang diangkat Jokowi.

Wah mangkin runyam Run, kalau kau semakin lama ngumpet dan lari. Megawati sang ketum kau dianggap bersekongkol karena tidak keluarkan perintah untuk kau serahkan diri. Dan kooperatif dengan KPK. 

Run, kau dianggap pegang rahasia besar (entah rahasia partai atau apa) sehingga kalau kau ditangkap akan terbongkar rahasia itu. Dan akan membuka kedok sejumlah orang penting di negeri ini. Maka untuk itu, kau di suruh lari dan sembunyi?

KPK pun seperti tak berdaya untuk tangkap kau, begitu juga Kepolisian dan Kejaksaan. Dan ini bisa diartikan kau manusia super hebat, karena gara-gara kau, Megawati sebagai Ketum Partai berkuasa tak berdaya, tersandera, juga Presiden Jokowi dan aparat-aparat penegak hukum bawah (KPK, Jaksa, Polisi) semua kau buat tidak berdaya. Dan sesuatu yang aneh dan memalukan bukan? 

Maka, mengakhiri semua gonjang ganjing itu, datanglah secara gentle dan bertanggung jawab ke KPK untuk serahkan diri. Dan kau selamatkan banyak muka elit politisi dan oenguasa di negeri ini. 

Ayolah Harun Masiku. Publik menunggu akhir pelarianmu.

 

)* Penulis adalah Pengamat Sosial Politik, Tinggal di Tepi Kali Brantas


Tinggalkan Komentar