telusur.co.id - Bogor Hornbills keluar sebagai juara baru Indonesian Basketball League (IBL) 2026 usai mengalahkan tuan rumah Pelita Jaya 64-61 pada gim kelima Final di PJ Arena, GMSB Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (28/6) malam.
Hornbills unggul secara agregat 3-2 dalam format final best of five. Tim asuhan Cesar Camara di luar dugaan mampu membalikkan keunggulan atas Pelita Jaya di kandang lawan.
Gelar juara tidak diraih dengan mudah. Travin Thibodeaux tampil berkelas dengan torehan dobel-dobel 22 poin, 11 rebound, dan 9 assist. Ia kemudian didapuk sebagai Most Valuable Player (MVP) Final IBL 2026.
Sementara itu, Stephaun Branch menyusul dengan 17 poin, 5 rebound, serta 2 assist. Kaleb Wesson membantu Hornbills dengan 9 poin, 13 rebound, dan 1 assist.
Di kubu Pelita Jaya, dua pemain asingnya mencetak dobel-dobel yaitu Jeff Withey dengan 19 poin, 12 rebound, dan 2 assist, dan Perrin Buford lewat sumbangan 18 poin, 11 rebound, dan 9 assist.
Jalannya pertandingan. .
Bermain di kandang sendiri, Pelita Jaya langsung bermain agresif untuk mencuri poin pertama melalui Hendrick Yonga. Meski demikian, Hornbills tidak tinggal diam sehingga mampu melesat unggul jauh.
Hornbills menutup kuarter pertama dengan keunggulan telak 24-11.
Pada kuarter kedua, Pelita Jaya mencoba meladeni Hornbills guna memangkas jarak poin. Namun, usaha mereka kurang berhasil dan diperparah dengan lemahnya akurasi lemparan serta pertahanan di bawah ring.
Terlebih pemain andalannya, Jeff Withey sudah mengantongi tiga foul. Momentum tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Hornbills.
Travin Thibodeaux dan kawan-kawan menutup paruh pertandingan dengan unggul jauh 45-31.
Usai jeda turun minum, Pelita Jaya mengubah cara bermainnya dengan lebih rapi dibanding sebelumnya.
Pelatih David Singleton menginstruksikan anak asuhnya bermain lebih tenang tidak tergesa-gesa menerobos pertahanan Hornbills.
Penyesuaian ini cukup memberikan warna baru di kiarter ketiga. Bogor Hornbills cukup kesulitan menembus pertahanan rapat Pelita Jaya. Akurasi buruk dari Hornbills menjadi salah satu faktor keunggulan tuan rumah.
Perlahan Pelita Jaya memotong jarak poin meski Hornbill tetap unggul 53-46.
Memasuki kuarter penentu, Pelita Jaya melanjutkan momentum mengejar defisit angka. Asa untuk membuka peluang juara sempat terjadi ketika sebuah slam dunk Perrin Buford membuat skor menjadi hanya selisi satu poin 56-57.
Sayang, momentum kebangkitan tersebut harus pupus setelah beberapa percobaan menembak gagal. Hornbills meski bermasalah dengan akurasi lemparan, tetap menjaga keunggulan hingga akhirm
Bogor Hornbills menutup laga final sebagai juara dengan skor 64-61.



