telusur.co.id - Badan keamanan Rusia menangkap konsul jenderal Ukraina di Saint Petersburg atas tuduhan mata-mata.
Menurut Dinas Keamanan Federal (FSB), Alexander Sosonyuk ditahan "dengan tangan kosong" pada pertemuan dengan seorang warga Rusia ketika mencoba untuk mendapatkan informasi rahasia, termasuk data dari lembaga penegak hukum Rusia dan database FSB.
"Kegiatan ini tidak sesuai dengan status pegawai diplomatik dan jelas memusuhi Federasi Rusia," kata FSB.
Ia menambahkan bahwa kasusnya akan dipertimbangkan sesuai dengan norma perundang-undangan internasional.
Konvensi Wina memberikan kekebalan bagi diplomat di negara tempat mereka bekerja, tetapi hak mereka untuk tinggal di suatu negara dapat dicabut jika terjadi pelanggaran hukum setempat atau tindakan permusuhan.
Konvensi tersebut juga menetapkan bahwa negara penerima dapat setiap saat memberi tahu negara pengirim bahwa kepala misi atau pejabat diplomatik lainnya dinyatakan sebagai persona non grata dan bahwa kehadirannya di negara itu tidak dapat diterima.
Penahanan itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan perbatasan antara Ukraina dan Rusia. [ham]
Sumber Anadolu



