telusur.co.id - Dua tentara Prancis tewas di Mali pada Sabtu ketika alat peledak improvisasi (IED) menghantam kendaraan mereka, kata kantor Presiden Emmanuel Macron.
Dalam sebuah pernyataan, kepresidenan Prancis mengatakan ledakan itu terjadi Sabtu malam di wilayah timur Mali Menaka.
Sersan Yvonne Huynh dan Brigadir Loic Risser tewas dalam "misi intelijen" di daerah itu. Seorang tentara Prancis lain menderita luka, kata pernyataan itu.
Peristiwa ini adalah kedua kalinya tentara Prancis terbunuh di Mali dalam seminggu terakhir.
Pada 29 Desember, tiga tentara Prancis tewas setelah kendaraan lapis baja mereka menabrak IED di daerah Hombori di provinsi Mopti tengah Mali.
Kelompok terkait Al-Qaeda untuk Mendukung Islam dan Muslim (GSIM) mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh platform propagandanya, Al-Zallaqa, pada hari Sabtu.
Prancis memiliki lebih dari 5.000 tentara yang dikerahkan di Afrika Barat.
Lusinan tentara Prancis telah tewas di Mali sejak Prancis pertama kali melakukan intervensi militer pada Januari 2013 untuk membantu mengusir para pejuang yang telah menguasai beberapa bagian negara itu.
SUMBER: AL JAZEERA DAN NEWS AGENCIES



