telusur.co.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih membayangi kehidupan warga Depok, mulai dari infrastruktur jalan hingga fasilitas pendidikan.
Dalam puncak perayaan HUT ke-27 Kota Depok yang digelar di Perumahan Garden's Candi @ Sawangan, Bojongsari, pada Jumat (1/5/2026), Dedi menegaskan bahwa kondisi jalan rusak tidak boleh lagi ditemukan di wilayah tersebut.
“Tidak boleh lagi ada jalan rusak. Saluran air kotor dan tersumbat juga harus segera dibenahi,” ujar dia dalam sambutannya.
KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, turut menyoroti kondisi sekolah yang dinilai perlu direnovasi apabila terdapat kerusakan.
Dia menekankan pentingnya menyediakan bangunan sekolah yang kokoh serta fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.
“Sekolah tidak boleh ada yang roboh. Kursi dan ruang kelas harus dalam kondisi baik,” ucap KDM.
Masalah kemacetan juga menjadi perhatian serius. Dedi menyebut, kemacetan yang terjadi secara terus-menerus tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental masyarakat.
Menurut dia, tekanan akibat kemacetan diperparah dengan kondisi permukiman yang sempit dan minim ruang terbuka.
“Macet itu bikin stres. Pulang ke rumah, eh ternyata ruangnya terbatas, tidak ada halaman dan tempat bermain,” ungkap KDM.
Lebih jauh, KDM menegaskan, pemerintah kota harus segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki berbagai persoalan tersebut demi meningkatkan kualitas hidup warga Depok secara menyeluruh.
Laporan: Malik Sihite



