telusur.co.id - Dalam menangani virus corona, Presiden Brazil Jair Bolsonaro memang nyeleneh. Idenya ngawur. Karena itu banyak ditentang oleh menterinya termasuk menteri kesehatan.
Kali ini, ide ngawur Bolsonaro adalah mendesak menteri kesehatan untuk menggunakan obat-obatan anti-malaria untuk mengatasi virus corona. Tak terima dengan ide tersebut, Menteri Kesehatan Brazil, Nelson Teich memilih mundur dari kabinet.
Mundurnya Teich menambah daftar menteri yang mengundurkan diri. Menteri kesehatan sebelumnya Luiz Henrique Mandetta, yang dipecat pada 16 April karena menolak tekanan Bolsonaro untuk mempromosikan hydroxychloroquine dan melawan perintah isolasi pemerintah negara bagian.
Mundurnya Teich membuat warga Brazil bereaksi dengan marah atas pengunduran diri Nelson Teich, datang segera setelah Brasil melewati Jerman dan Prancis dalam kasus-kasus yang dikonfirmasi, dengan kematian melaju melewati 800 per hari.
Teich tidak menjelaskan alasannya kepada wartawan pada hari Jumat. Teich berhenti sehari setelah Brasil melaporkan sejumlah kasus koronavirus baru. Krisis kesehatan membanjiri rumah sakit umum di beberapa kota, dengan kuburan menggali kuburan kolektif untuk menguburkan orang mati.
Anggota militer kabinet Brasil mendesak wakil menteri kesehatan Eduardo Pazuello, seorang jenderal angkatan darat yang aktif, untuk mengambil alih kementerian, menjadikannya peran sementara, kata sumber pemerintah kepada Reuters. [ham]



