telusur.co.id - Kegagalan Brasil di Piala Dunia 2026 terus menuai sorotan tajam. Kekalahan mengejutkan dari Norwegia pada babak 16 besar membuat legenda Seleção, Romário, melontarkan kritik keras terhadap pelatih Carlo Ancelotti.
Melalui kanal YouTube miliknya, Romário menyatakan ketidakpuasannya terhadap kinerja Ancelotti dan mendesak federasi sepak bola Brasil segera mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Italia tersebut.
Menurut Romário, Ancelotti tidak layak mempertahankan posisinya setelah Brasil gagal melangkah jauh di turnamen empat tahunan tersebut.
"Saya akan merobek kontraknya," ujar Romário. "Setelah pertandingan, saya akan masuk ke ruang ganti sebagai presiden dan berkata: 'Terima kasih banyak, selamat tinggal, dan pergilah.' Bawa ke pengadilan dan kita lihat apa yang terjadi."
Mantan penyerang Brasil itu juga mempertanyakan keputusan taktik Ancelotti dalam pertandingan melawan Norwegia. Salah satu yang menjadi sorotan adalah keputusan mengganti Bruno Guimarães dan memainkan Éderson di posisi bek kanan.
"Saya bahkan tidak mengerti apa yang dia pikirkan. Menarik Bruno Guimarães dan menempatkan Éderson sebagai bek kanan. Anda melakukan itu karena tidak memanggil bek sayap lain? Ketika seorang bek sayap cedera, Anda justru memasukkan bek tengah?" kritik Romário.
Kritik terhadap Ancelotti bukan kali pertama disampaikan oleh peraih gelar Piala Dunia tersebut. Sebelumnya, Romário juga telah mempertanyakan kemampuan Ancelotti menangani tim nasional Brasil.
"Tidak mungkin Ancelotti tetap menjadi pelatih kepala Brasil setelah kegagalan ini, setelah rasa malu yang ia timbulkan. Saya sudah mengatakan ini sebelumnya dan saya akan mengatakannya lagi," tegasnya.
Romário menilai Brasil harus melakukan perubahan besar dalam tubuh tim nasional. Ia membandingkan situasi Ancelotti dengan sejumlah pelatih Brasil sebelumnya yang harus meninggalkan jabatan setelah gagal di turnamen besar.
"Ini tidak bisa diterima. Harus ada perubahan. Tidak bisa terus seperti ini. Kita punya Dunga, dia kalah dan pergi. Kita punya Felipão, dia memenangkan Piala Dunia dan tetap bertahan. Kita punya Tite, dia kalah, tetap bertahan, lalu kalah lagi. Sekarang kita punya Ancelotti, yang kalah dan akan tetap tinggal," ujarnya.
Tersingkirnya Brasil dari Piala Dunia 2026 semakin memperbesar tekanan terhadap Ancelotti. Di sisi lain, Norwegia mencatat sejarah setelah berhasil menyingkirkan salah satu kandidat juara, dengan Erling Haaland menjadi bintang utama dalam kemenangan bersejarah tersebut.



