telusur.co.id - Keputusan menerapkan jam malam selama dua hari di Turki agar menghentikan penyebaran virus corona menuai kecaman dari masyarakat.
Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu yang menjadi sasaran kritikan tajam warga.
Merasa bertanggungjawab, Suleyman Soylu mengatakan di Twitter pada hari Minggu bahwa ia mengundurkan diri dari jabatannya karena penerapan jam malam dua hari di kota-kota besar Turki untuk menangani wabah coronavirus.
Turki pada Jumat malam mengumumkan penutupan dua hari selama akhir pekan. Namun, dalam waktu singkat sebelum penguncian diberlakukan, banyak orang bergegas keluar untuk membeli makanan dan minuman di pusat komersial di Istanbul, sebuah kota berpenduduk 16 juta orang, dan kota-kota lain.
Jam malam akan berakhir pada 2100 GMT pada hari Minggu seperti dilansir Reuters.
Namun, Presiden Erdogan menolak pengunduran diri menteri Turki setelah kecaman kuncian coronavirus. [ham]



