telusur.co.id - Koalisi yang dipimpin Saudi pada hari Jumat mengatakan pihaknya memperpanjang gencatan senjata sepihak di Yaman selama satu bulan untuk mendukung upaya penanggulangan pandemi coronavirus.
Demikian laporan Saudi Press Agency (SPA) yang dikelola negara, mengutip juru bicara koalisi.
Sebelumnya, gencatan senjata dua minggu yang diumumkan oleh koalisi Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi yang berpihak Iran di Yaman berakhir pada hari Kamis tanpa menyebabkan gencatan senjata permanen.
Sementara, Kelompok Houthi tidak menerima pengumuman gencatan senjata koalisi sebelumnya. Karena faktanya kekerasan terus berlanjut di beberapa provinsi, menimbulkan kekhawatiran bahwa perang akan menggilas dan menghancurkan kemampuan Yaman yang sudah melemah untuk memerangi virus corona.
Houthi menggulingkan pemerintah yang didukung internasional yang diakui Saudi dari kekuasaan di ibukota, Sanaa, pada akhir 2014. Mereka ingin mengangkat blokade udara dan laut yang diberlakukan oleh koalisi ke daerah yang mereka kuasai sebelum menyetujui gencatan senjata, sumber mengatakan kepada Reuters.
"Perintah koalisi menegaskan kembali bahwa masih ada peluang untuk memfokuskan semua upaya untuk mencapai gencatan senjata yang komprehensif dan permanen," kata juru bicara koalisi Kolonel Turki al-Maliki seperti dikutip oleh SPA.
Sekretaris Jenderal AS Antonio Guterres bulan lalu menyerukan gencatan senjata dalam konflik di seluruh dunia untuk memungkinkan negara-negara untuk fokus pada pandemi COVID-19.
Sementara Yaman telah melaporkan hanya satu kasus dikonfirmasi dari virus corona baru, kelompok-kelompok bantuan takut wabah bencana jika virus menyebar di antara populasi yang kekurangan gizi akut di suatu negara tanpa kemampuan pengujian yang memadai.



