telusur.co.id - Jumlah korban meninggal karena virus corona di Turki terus bertambah. Terbaru, Turki mengumumkan jumlah kematian akibat virus corona telah meningkat menjadi 1.006.
Agar tidak meluas, Turki memberlakukan karantina wilayah selama dua hari di 31 provinsi, termasuk Istanbul, Ankara dan kota-kota besar lainnya, sebagai respons terhadap penyebaran COVID-19.
Informasi perberlakuan karantina wilayah diungkapkan Kementerian Dalam Negeri.
Pembatasan itu akan dimulai pada tengah malam dan berakhir pada waktu yang sama pada hari Minggu.
Menteri pertahanan negara Hulusi Akar, yang menggelar telekonferensi dengan komandan tertinggi pasukan bersenjata pada Jumat guna membahas langkah pencegahan melawan wabah virus corona.
Turki memproduksi satu juta masker pelindung, 5.000 pakaian medis serta 5.000 liter disinfektan beralkohol setiap pekan.
"Kami telah menggerakkan semua garda kementerian untuk memenangkan pertarungan yang dipimpin oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan," kata Akar.
Ia menambahkan 650 staf dari luar negeri tiba di Turki sejak 1 Maret dan kini sedang menjalani masa karantina. Sementara, 84 staf di antaranya masih dalam observasi. [ham]



