telusur.co.id - Tim gabungan yang terdiri dari TNI dan Polri mengamankan 455 orang terkait Aksi 1812. Mereka dibawa ke sejumlah Mapolres dan Batalyon Infanteri Jayayudha 201, Jakarta Timur.
"Sebanyak 22 orang di antaranya dilokalisir ke Batalyon Infanteri Jayayudha 201, Jakarta Timur. Sisanya diamankan di Mapolres masing-masing," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/12/20).
Polisi, kata Argo, juga melakukan rapid test terhadap para peserta aksi 1812. Hasilnya ada 26 peserta aksi yang dinyatakan reaktif Covid-19.
"Para peserta aksi sampai dengan pukul 16.00 WIB yang reaktif Covid-19 sejumlah 26 orang," tegasnya.
Untuk peserta aksi yang reaktif, kata Argo, saat ini sudah berada di Wisma Atlet, Kemayoran. Di sana mereka akan melakukan tes lanjutan.
"Peserta aksi yang reaktif dibawa ke RSD (Rumah Sakit Darurat) Wisma Atlet, Kemayoran," jelasnya.
Seperti diketahui, sejumlah organisasi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti-Komunis (ANAK) NKRI menggelar aksi pada Jumat (18/12/20) kemarin. Aksi yang bertajuk Aksi 1812 ini digelar di sekitar Istana Negara, Jakarta.
Dalam tuntutannya, mereka meminta Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab dibebaskan. Selain itu, mereka juga mendesak insiden tewasnya enam laskar FPI untuk diusut tuntas. [Fhr]



