Akhirnya Terungkap! Cerita di Balik Gaya Rambut Ikonik Ronaldo di Piala Dunia 2002 - Telusur

Akhirnya Terungkap! Cerita di Balik Gaya Rambut Ikonik Ronaldo di Piala Dunia 2002

Ronaldo Nazario pada konferensi pers jelang laga Clash Of Legends, Jumat (17/4). Foto: dok. Clash Of Legends.

telusur.co.id -Legenda hidup sepak bola Brasil, Ronaldo Luis Nazario de Lima, kembali mengenang gaya rambut paling ikonik sepanjang sejarah Piala Dunia.

Potongan rambut setengah lingkaran di bagian depan yang populer pada Piala Dunia 2002 Korea-Jepang tersebut diakui Ronaldo sebagai sebuah "kebodohan" masa muda dan tidak ada alasan khusus di balik gaya tersebut.

Dalam sesi konferensi pers sebelum laga eksebisi Clash Of Legends, pemilik dua gelar Ballon d'Or itu tertawa lepas saat ditanya alasannya memilih potongan rambut yang kerap disebut sebagai model "kuncung" atau "mangkok" di Indonesia.

"Saya pikir karena saya bodoh! [Tertawa]. Ketika masih muda, Anda melakukan hal-hal yang nantinya harus Anda jelaskan," ujar Ronaldo kepada awak media disambut tawa.

Ronaldo menjelaskan bahwa saat itu gaya rambut tersebut sebenarnya merupakan strategi untuk mengalihkan perhatian media dari cedera kaki yang tengah membekapnya sebelum laga semifinal melawan Turki.

"Itu hanya sedikit pengalihan dari pertandingan. Namun saya rasa itu sebenarnya tidak benar-benar mengganggu siapa pun di sana. Saya pikir itu hanya hal bodoh yang saya lakukan sebagai pemain sepak bola muda. Jadi itu bukan masalah besar," tambahnya pada sesi jumpa pers di Jakarta, Jumat (17/4).

Menariknya, gaya rambut yang awalnya dianggap asal-asalan itu kini bertransformasi menjadi aset komersial yang bernilai tinggi. Baru-baru ini, sebuah merek makanan ringan global, Doritos, merilis kampanye iklan yang terinspirasi langsung dari bentuk rambut sang legenda.

"Anda tahu, tahun ini di Brasil… ini terjadi di Brasil, kami membuat iklan pemasaran dengan sebuah merek di Brasil yang mendunia, yaitu Doritos. Semua orang tahu Doritos, kan? Dan mereka membuat iklan yang meniru gaya rambut saya seperti Doritos," ungkap pria berjuluk El Fenomeno.

Meski kini menjadi ikon pemasaran, Ronaldo tetap merasa berutang maaf kepada para orang tua di seluruh dunia yang anaknya sempat meniru gaya nyentrik tersebut pada awal milenium lalu.

"Saya memakai potongan rambut itu selama beberapa tahun, dan saya masih meminta maaf kepada orang-orang yang meniru gaya rambut tersebut pada waktu itu," pungkasnya sambil tersenyum.

Namun, di balik keunikan estetikanya, gaya rambut tersebut tetap menjadi saksi bisu keberhasilan Brasil merengkuh trofi Piala Dunia kelima mereka.

"Tapi akhirnya itu menjadi gaya rambut yang diasosiasikan orang dengan sesuatu yang baik, sesuatu yang dilakukan oleh seorang juara, jadi terima kasih. Ketika Anda membicarakan rambut saya, semua orang mengingat tahun 2002 saat kami memenangkan Piala Dunia, jadi itu juga menjadi kenangan yang indah bagi saya," tutur Ronaldo.

Ronaldo menceritakan kisah di balik gaya rambut tersebut menjelang perannya sebagai pelatih tim DRX World Legends. Tim ini akan melakoni laga eksibisi bergengsi melawan Barcelona Legends yang diperkuat nama-nama besar seperti Rivaldo, Javier Saviola, hingga Vitor Baia dalam laga eksebisi bertajuk Clash Of Legends yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (18/4) pukul 19.30 WIB.

Ia akan memimpin barisan legenda dunia seperti Alessandro Del Piero, David Silva, Franck Ribery hingga mantan kapten Timnas Italia saat terakhir meraih Piala Dunia, Fabio Cannavaro.

Laga ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi bagi para pemain veteran, tetapi juga momen nostalgia bagi para penggemar sepak bola yang rindu melihat aksi para maestro lapangan hijau yang pernah mendominasi era 90-an hingga 2000-an.


Tinggalkan Komentar