telusur.co.id - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menganggap, permalasahan penanganan wabah virus corona dan menurunkan iuran BPJS Kesehatan lebih penting ketimbang harus mengurusi wacana pemulangan WNI eks ISIS dari timur tengah.

"(Lebih baik) berkonsultasi bagaimana mencegah virus corona yang sekarang ini sudah merebak di mana-mana dan masih juga tuntutan sebagian rakyat kecil yang minta penurunan BPJS, itu yang paling penting menurut saya," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/2/20)

Kendati demikian, menurut Dasco, wacana pemulangan itu harus  dikaji secara mendalam baik dan buruknya. Karena, efeknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat di Indonesia.

Dasco mengatakan, untuk saat ini DPR masih mengacu pada undang-undang yang berkaitan dengan hal itu. Regulasi yang dimaksud Dasco ialah Pasal 23 UU Kewarganegaraan huruf d dan f.

Huruf (d) menyebutkan kehilangan kewarganegaraan karena “masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari presiden”.

Sementara huruf (f) berbunyi, “secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebut”.

“Di mana Pasal 23 disebutkan jelas soal warga negara yang kemudian berperang di tempat lain, di negara lain,” ujar dia.

Lagi pula, kata Wakil Ketua Umum Gerindra ini, sebenarnya wacana pemulangan 600 WNI eks kombatan ISIS itu muncul dari pemerintah sendiri.  Dan, pemerintah sama sekali belum memberikan informasi ke DPR.

"Itu wacana pemerintah, sementara pemerintah juga belum menginformasikan apa-apa kepada DPR," tukasnya.[Fhr]