telusur.co.id - Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin ke PAN agar jangan mengganggu kursi menteri dari PKB tampaknya sedang ada 'perang dingin' diantara kedua partai tersebut.
Menurutnya, ancaman ke PAN salah sasaran. Gertakan itu tak seharusnya ditujukan kepada PAN. Sebab, PAN bukan penentu tergesernya seseorang dari menteri.
"Seharusnya gertakan Cak Imin ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sebab, soal kurso menteri merupakan hak prerogatif presiden," ujar Jamiluddin, Jumat.
Kalau pun seandainya salah satu menteri Dari PKB di reshuffle dan digantikan oleh kader PAN, itu sepenuhnya hak prerogatif presiden. Cak Imin kalau mau membuat perhitungan ya tujukan saja kepada Presiden Jokowi.
"Jadi, gertakan Cak Imin ke PAN sangat tidak proporsional. Tak sepantasnya hal itu terucap dari Cak Imin. Sungguh memalukan," kata dia, mengingatkan.
Sebelumnya, Ketum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin beri peringatan keras kepada Partai Amanat Nasional (PAN) untuk tidak menggangu partainya.
Cak Imin mengatakan, jika partai yang dipimpin Zulkifli Hasan tersebut mengganggu. Bukan tidak mungkin akan terjadi seperti perang Rusia-Ukraina.
“Silakan, asal jangan ganggu PKB. Kalau ganggu, urusannya bisa Ukraina lawan Rusia nanti,” kata Cak Imin di Komplek Senayan, Jakarta, Kami (24/3). [ham]