telusur.co.id - Pertikaian antara Amerika Serikat dan China seakan tidak ada habisnya. Setiap hari ada saja masalah yang diributkan. Yang terbaru adalah ribut mengenai pemberian visa.
Amerika Serikat yang memulainya. Negeri Paman Sam itu membatasi pemberian visa ke sejumlah pejabat China karena Beijing menghalangi perjalanan sejumlah diplomat AS, wartawan, dan wisatawan ke Tibet.
Tak terima dengan sikap Amerika, pemerintah China membalasnya. China pada Rabu mengatakan pihaknya akan membatasi pemberian visa bagi warga negara Amerika Serikat yang terlibat dalam aksi "berbahaya" terkait isu Tibet.
"Amerika Serikat harus berhenti memperburuk hubungan China-AS dan komunikasi serta kerja sama antara dua negara," kata juru bicara menteri luar negeri China, Zhao Lijian ke awak media di Beijing seperti dilansir Reuters.
China mengirim tentaranya ke Tibet, daerah terpencil yang dulunya otonom di Pegunungan Himalaya, pada 1950. Pemerintah setempat menyebut aksi itu sebagai aksi pembebasan damai. Sejak saat itu sampai hari ini, China memerintah Tibet dengan tangan besi.
Zhao mengatakan Beijing tidak akan membiarkan warga asing ikut campur dalam urusan Tibet. Ia mengatakan Beijing akan menerapkan beberapa "langkah perlindungan" ke para pengunjung karena alasan geografis dan cuaca di Tibet.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Selasa (7/7) mengatakan alasan pembatasan visa karena didorong oleh pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Tibet.
Pompeo lewat pernyataan tertulis mengatakan AS tetap mendukung "otonomi yang berarti" bagi warga Tibet dan menghormati hak mendasar mereka.
"Akses menuju Tibet penting untuk stabilitas kawasan, mengingat pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan PRC (China, red) di sana, serta kegagalan Beijing mencegah kerusakan lingkungan dekat sumber air beberapa sungai besar di Asia," kata Pompeo.
"Hari ini saya mengumumkan pembatasan visa untuk pemerintah China dan pejabat Partai Komunis China yang terlibat dalam rencana atau eksekusi kebijakan terkait akses warga asing ke wilayah Tibet," kata dia. [ham]



