Serangan Israel di Lebanon Selatan dan Bekaa Kembali Memakan Korban Sipil - Telusur

Serangan Israel di Lebanon Selatan dan Bekaa Kembali Memakan Korban Sipil

Bom Israel menyasar Lebanon. foto almayadeen

telusur.co.id - Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon melaporkan terbaru jumlah korban akibat serangan udara Israel yang menargetkan Lebanon selatan dan Lembah Bekaa, di tengah pelanggaran gencatan senjata yang terus berlangsung.

Menurut Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat, serangan Israel di wilayah antara Khirbet Selm dan Kafardounin menewaskan satu warga sipil dan melukai lima lainnya. Sementara itu, seorang warga sipil tewas dalam serangan terpisah di Dardghaya, distrik Tyre, dan satu orang lainnya terluka di al-Shaara, kota Janta, distrik Baalbek.

Dilansir Al Mayadeen, selain serangan udara, pasukan Israel menembaki pinggiran Alma al-Shaab, menembakkan artileri ke kota Marwahin, dan menjatuhkan granat kejut dari drone di antara kota Rab Thalathin dan Markaba. Sebuah tank Merkava Israel juga dilaporkan maju melewati "tembok perbatasan" di seberang posisi tentara Lebanon di selatan Adaisseh.

Serangan Israel hampir terjadi setiap hari di Lebanon selatan dan Bekaa, dengan drone dan pesawat tempur terus mengudara di wilayah tersebut, sementara respons internasional terhadap pelanggaran gencatan senjata yang ditandatangani pada November 2024 masih minim.

Untuk menindaklanjuti situasi ini, Komite yang disebut "Mekanisme", dibentuk untuk mengawasi gencatan senjata, dijadwalkan mengadakan pertemuan pada 25 Februari mendatang. Seorang sumber diplomatik menegaskan bahwa tidak ada komite trilateral baru yang akan menggantikan "Mekanisme", dan menekankan pentingnya mempercepat negosiasi dalam kerangka struktur yang ada untuk menghentikan pelanggaran Israel.

Sumber tersebut juga menyebut adanya usulan agar mantan menteri Lebanon bergabung dengan delegasi nasional dalam komite, namun usulan ini ditolak otoritas Lebanon. Selain itu, Lebanon menekankan prioritas pemulangan penduduk yang mengungsi secara paksa ke kota-kota selatan sebelum membahas zona ekonomi prospektif manapun.

Lebanon juga meminta agar "Mekanisme" mengakui keberhasilan Angkatan Bersenjata Lebanon dalam menerapkan rencana pengendalian senjata di selatan Sungai Litani, namun permintaan ini ditolak oleh Israel.

Situasi di Lebanon selatan dan Bekaa menunjukkan ketegangan yang terus meningkat, dengan warga sipil menjadi pihak paling rentan di tengah pelanggaran gencatan senjata yang berulang. [ham]


Tinggalkan Komentar