telusur.co.id - Sepak terjang ekonom senior Rizal Ramli terus mendapatkan sorotan dari berbagai kalangan, baik dari para analis, aktivis, akademisi dan peneliti.
Sikap moralitas dan keberanian Rizal Ramli yang tegas menyatakan ambang batas pencalonan pemimpin, termasuk presiden atau ‘presidential threshold’ (PT) harus Nol persen, agar semua anak bangsa yang hebat bisa maju menjadi pemimpin bangsa di semua level.
‘’ Kalau PT Nol persen, mereka dari Sabang sampai Merauke bisa maju tanpa harus takut karena bisa pangkas biaya tinggi demokrasi,’’ ujar Rizal Ramli, beberapa waktu lalu.
Selain itu, menurut RR, supaya anak-anak hebat bisa maju dan tidak usah takut mencari cukong maka PT harus nol persen. ''Sebab, mau jadi bupati, walikota atau gubernur sekarang kan para kandidat harus bayar ke parpol Rp100-300 miliar, kan merusak jiwa dan sistem kita dari Aceh sampai Papua,” imbuh Rizal Ramli.
Yang pokok bahwa PT Nol persen, dan para calon pemimpin di-‘endorse‘ sama partai, dan jika itu terjadi, kualitas kepemimpinan kita naik di semua level dari Aceh sampai Papua,” lanjut Nabil
Hari ini 22 gubernur masuk penjara karena korupsi. Sementara bupati dan walikota masuk penjara hampir 125 orang. Artinya yang rusak adalah sistemnya karena sudah jadi demokrasi kriminal.
Kalau cuma 1-5 oke lah itu individu, kalau 22 dari 34 gubernur masuk karena korupsi itu berarti sistem bandar ini tidak beres,” imbuh RR
Para analis mencatat sejauh ini ada nama Puan, RR, Prabowo, Anies, Emil, Gatot, Khofifah, Ganjar, AHY dan seterusnya muncul di kalangan publik. Belum lagi di daerah daerah banyak kader bangsa potensial yang terbaik untuk jadi pemimpin jika PT nol persen.
Penegasan RR itu membuktikan bahwa RR aktivis pejuang yang total pro-rakyat, damai, obyektif dan anti-kekerasan, seorang humanis yang amanah dan emoh oligarki. ‘’RR milik semua anak bangsa dari Aceh sampai Papua, kami dari Papua pun mampu memimpin,’’ ujar Agustinus, aktivis kemanusiaan dari Papua, yang turut serta menemui Rizal di Jakarta.
Agus melihat, RR memang tokoh bangsa dan negarawan yang komit, fair, transparan dan perduli, dia mencintai anak bangsa dari semua golongan, agama dan suku/etnis/ras demi NKRI.
"Anak-anak muda/masyarakat Aceh sampai Papua pun sangat respek dan percaya padanya untuk berdialog dan berkeluh kesah. RR memadukan spirit Bung Karno, Bung Hatta dan Gus Dur dalam dirinya untuk membangun kembali Indonesia dari keruntuhan akibat krisis ekonomi dan pandemic,’’ tambah akademisi Universitas Paramadina Dr Herdi Sahrasad dan analis politik DR Jerry Massie, di tempat yang sama.
Selain itu, Muhamad Nabil MA, peneliti CSRC UIN Syarif Hidayatullah mengatakan, negara RI ini sangat kaya, tapi rakyatnya kok miskin.
"Kenapa? Karena kita krisis kepemimpinan, karena tidak ada pemimpin yang amanah dan kompeten, tak ada pemimpin yang kredibel dan total bekerja untuk memajukan rakyat, " papar Nabil.(fie)