telusur.co.id - Kepala perunding Rusia Vladimir Medinsky dalam pembicaraan dengan Ukraina menuduh Ukraina memblokir jalur kemanusiaan bagi warga sipil.
“Para nasionalis yang telah merebut posisi di kota-kota terus menahan warga sipil di sana,” kata Vladimir Medinsky, seperti dilansir PressTV, Selasa (8/3/22).
Dia menuduh Kiev menggunakan warga sipil sebagai "perisai manusia" yang katanya "tidak diragukan lagi adalah sebagai kejahatan perang."
Medinsky menambahkan putaran terakhir pembicaraan antara negara-negara yang bertikai, yang berlangsung di perbatasan Polandia-Belarus, difokuskan di sekitar koridor.
Sementara itu, PBB mengatakan ratusan ribu orang di Ukraina telah terputus dari bantuan penyelamatan jiwa karena pengepungan militer di kota-kota.
"'Jendela keheningan' dan 'jalan aman' yang andal dan dapat diprediksi sangat dibutuhkan untuk merelokasi orang-orang yang hidupnya berisiko dan menyediakan pasokan bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan jiwa," kata buletin dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada hari Senin.
Dikatakan truk yang membawa bantuan kemanusiaan juga terjebak di Kherson, Ukraina selatan, menambahkan bahwa mereka tidak dapat masuk karena bentrokan yang sedang berlangsung.
"Pasokan air dan obat-obatan esensial juga habis di beberapa tempat lain dan cadangan oksigen untuk pasien Covid-19 dan yang lainnya juga sangat rendah," tambahnya.
Medinsky lebih lanjut mengatakan bahwa pihak Rusia akan "mencoba lagi dengan pihak Ukraina untuk membahas pengoperasian koridor kemanusiaan yang kami janjikan."
Dia mengatakan jalur "terbuka" dan tentara Rusia telah berhenti menembak di area jalur evakuasi.
Tentara Rusia membuat daftar rute evakuasi dari Kiev serta Mariupol, Kharkiv dan Sumy. [Iis]