telusur.co.id - Istana kepresidenan Elysee mengumumkan jika Presiden Prancis Emmanuel Macron dinyatakan positif Covid-19, pada hari Kamis.

Macron adalah pemimpin dunia terbaru yang terinfeksi COVID. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga sebelumnya positif Covid-19.

Di Prancis, sejak dimulainya pandemi, 2,4 juta orang telah terjangkit virus corona, sementara hampir 59.472 telah meninggal karena virus tersebut.

Sebagai perbandingan, di Italia, negara yang paling parah terkena dampak kematian di Eropa, 66.537 orang tewas, diikuti oleh Inggris Raya, dengan 65.618.

Akibat positif Corona, perjalanan Macron ke Lebanon dibatalkan. Para pemimpin Eropa mengisolasi. Kepresidenan Prancis mengatakan sedang mencari di mana Macron bisa tertular virus.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex juga akan mengisolasi diri setelah kontak dengan Macron. Castex tidak menunjukkan gejala tetapi tidak akan lagi pergi ke Senat Prancis pada Kamis untuk menguraikan strategi vaksin pemerintahnya untuk memerangi COVID, kata kantornya dalam sebuah pernyataan.

Macron menghadiri KTT Uni Eropa pada akhir pekan lalu. Pada hari Rabu, Macron bertemu dengan Antonio Costa, perdana menteri Portugis, untuk makan siang sambil bekerja. Dia juga baru-baru ini bertemu dengan timpalannya dari Mesir Abdel Fattah el-Sisi.

Costa telah membatalkan perjalanan resmi dan dalam isolasi diri, kata kantornya pada Kamis.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez akan tetap di karantina meskipun dites negatif untuk COVID-19 setelah dia bertemu dengan Macron pada hari Senin, kantor Sanchez mengatakan Kamis.

Sanchez akan tetap diisolasi dan di bawah pengawasan medis hingga 24 Desember dan akan diuji lagi pada saat itu, kata sebuah pernyataan.

Kepala OECD Angel Gurria mengatakan pada hari Kamis di akun Twitternya bahwa dia dikarantina dan akan menjalani tes virus corona setelah kontak dengan Macron minggu ini. Charles Michel, presiden Dewan Eropa, juga diisolasi menyusul berita infeksi Macron. [ham]

Laporan : Aljazeera