telusur.co.id - Mega skandal Jiwasraya tidak cukup hanya diselesaikan melalui instrumen Panitia Kerja (Panja). Sebab, kasus tersebut sampai saat ini masih terkatung-katung jalan penyelesaiannya meskipun dihadapi tiga panja.
Begitu dikatakan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ditemui wartawan di Kompleks Parlwmen Senayan, Jakarta, Kamis (6/2/20).
"Tiga komisi buat panja. Jadi logika sederhananya kenapa terpisah-pisah? Paling baik ya dipansuskan. Karena itu kita menganggap pansus adalah pilihan rasional dan paling optimal dalam menyelesaikan kasus Jiwasraya," kata Mardani.
Kendati usulan pansus itu masih dalam pertimbangan pimpinan DPR, Mardani meyakini mayoritas fraksi lintas komisi di DPR cenderung lebih menyetujui dibentuknya Pansus ketimbang Panja.
Dia mengaku optimis dukungan atas usulan Pansus Jiwasraya yang digagas FPKS dan F-Demokrat akan diikuti Fraksi lainnya. Terlebih, kata dia, jika melihat sikap PAN yang memberi isyarat mendukung usulan pembentukan Pansus saat pertemuan Presiden PKS Sohibul Iman dengan ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
Mardani menegaskan, pihaknya yakin betul jika PAN akan merapat ke barisannya bersama Demokrat. Karena PAN sendiri menurutnya dapat melihat secara jernih bagaimana menyelesaikan megaskandal Jiwasraya secara komprehensif.
"Kami berharap seratus persen PAN bergabung [Pansus], karena PAN partai reformasi, cocok sekali dengan Pansus ini," tukas Mardani. [Tp]



