telusur.co.id - Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla alias JK  menyebut, lebih dari 50 persen ekonomi di Indonesia dikuasai oleh orang China atau Tionghoa. Menurut JK, tantangan terbesar di bangsa Indonesia ini yakni perihal kewirausahaan atau entrepreneurship.

Menanggapi hal itu, Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Anthony Leong, mendukung pernyataan JK, yang merupakan tugas bersama bagaimana pemerataan ekonomi adalah fondasi yang penting dalam menciptakan keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. 

"Dalam hal ini peran serta semua pemangku kepentingan, baik pemerintah, pengusaha, maupun masyarakat sipil, sangatlah krusial. Peningkatan akses terhadap peluang usaha, pendidikan, dan kesejahteraan harus menjadi fokus utama. Pernyataan tersebut jangan dilihat menjadi hal yang sensitif tapi jadi evaluasi kita bersama untuk hadirkan distribution of wealth yang lebih merata," ujar Anthony, dalam keterangannya, Jumat (19/5/23).

Anthony menyebutkan HIPMI telah menginisiasi berbagai program untuk mendukung pemerataan ekonomi di Indonesia. Salah satu langkah yang diambil adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para pengusaha muda, terutama yang berasal dari daerah-daerah terpencil. 

Dengan memberikan akses ke pengetahuan, modal, dan pasar, HIPMI berharap dapat mendorong pertumbuhan usaha di berbagai wilayah.

Ketua HIPMI Digital Academy itu juga menyoroti pentingnya sinergi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat sipil dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. 

"Kolaborasi ini perlu didorong melalui dialog yang terbuka dan saling mendengarkan antara semua pihak. Soal pemerataan ekonomi dan pembangunan SDM ini bukanlah hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Pengusaha di tanah air  harus berperan aktif dalam memberikan peluang dan memberdayakan masyarakat sekitar melalui program-program tanggung jawab sosial yang berkelanjutan," kata CEO Menara Digital itu.

HIPMI yang sudah berdiri 50 tahun ini terus mengajak para generasi kedua, ketiga yang masuk dalam jajaran konglomerat di Indonesia untuk turut aktif empowering sesama anggota HIPMI.

"Perlu kolaborasi dengan berbagai stakeholder, dan harapannya ada transfer knowledge dan sinergi dengan generasi kedua dan ketiga yang kini telah bergabung di HIPMI agar bisa sama-sama bertumbuh dan berkembang. Sekarang HIPMI sudah sangat terbuka untuk berbagai kalangan dari UMKM hingga konglomerat, dan akan terus bertambah agar anggota HIPMI ke depan juga bisa menjadi Indonesia's 50 Richest List misalnya. Bukan hanya menjadi pemimpin politik tapi dunia usaha juga perlu dibangun jejaringnya," tutur Anthony

Sebelumnya, Jusuf Kalla menyebutkan, lebih dari 50 persen ekonomi di Indonesia dikuasai oleh orang China atau Tionghoa.

"Kita di Indonesia, penduduk Tionghoa itu hanya empat setengah persen tapi menguasai ekonomi lebih 50 persen. Jadi kekuatan 10 kali lipat daripada jumlahnya," kata Kalla dalam paparannya.

Atas dasar itu, Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu mendorong agar masyarakat Indonesia semakin semangat dalam berinovasi dan kewirausahaan. Sebab, menurut dia, di Indonesia sudah cukup tokoh akademisi dan politisi. Tantangan utama bangsa Indonesia adalah soal kewirausahaan.

"Tantangan terbesarnya ada di kita. Mereka (orang China) tidak salah yang kurang kita," ucap dia.[Fhr]