telusur.co.id - Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid menyatakan kekhawatirannya atas perkembangan pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi.
Menurut dia, tragedi tersebut sangat miris, karena, selain angka penularannya semakin membumbung, juga telah menular kepada anak dan balita.
“Sangat menyedihkan,” tutur dia dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (22/6/21).
Dari data yang ada pada 20 Juni 2021, tercatat di Jakarta 879 anak, 224 di antaranya balita terkonfirmasi positif Covid.
Oleh karena itu politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak bisa berkata apa-apa. Ia hanya meminta semua orang tua mampu menjaga dan memberikan contoh dalam melindungi diri.
“Kita kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan kesedihan dan keprihatinan atas pandemi yang juga telah menyasar anak-anak dan balita,” paparnya.
Wabah pandemi ini juga lanjut Jazilul, harus dijadikan momen untuk saling mengingatkan satu sama yang lain. Sebab jika tak seperti itu akan sangat memberatkan.
“Orangtua selain harus melindungi dirinya sendiri, ia juga dituntut untuk melindungi anak-anaknya,” ucap pria yang akrab dipanggil Gus Jazil itu.
“Untuk itu orangtua harus semakin sadar diri akan bahaya Covid,” tambahnya.
Pernyataan yang ia sampaikan, ucap Jazilul, lantaran di antara masyarakat masih ada yang tidak percaya kepada Covid.
Untuk itu, alumni PMII itu mengajak agar keberadaan anak dan balita di masa pandemi ini betul-betul diperhatikan keberadaannya.
Proses protokol kesehatan yang diberlakukan kepada masyarakat juga perlu diterapkan kepada anak-anak.
“Anak-anak juga wajib menggunakan masker, dijauhkan dari kerumunan, dan orangtua jangan mengajak anaknya jalan-jalan atau bepergian,” tuturnya.
Jazilul Fawaid berharap rencana pembukaan sekolah ditunda dahulu.
“Meski sekolah menerapkan protokol kesehatan namun hal demikian tidak menutup kemungkinan penularan,” ujarnya.
“Dibuka kembali bila sudah memungkinkan,” tambahnya.[]



