telusur.co.id - Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataannya menyebutkan bahwa di sekitar perbatasan Rusia dan China terdapat sedikitnya 60 laboratorium biologi (biolab) militer yang didanai oleh Kementerian Pertahanan AS (Pentagon).
Dikutip RT, Rabu (6/4/22), Kemhan Rusia menjelaskan bahwa biolab itu telah dimodernisasi sejak 2005 dengan dukungan ekonomi dari Gedung Putih.
“Memanfaatkan celah hukum internasional, pemerintah AS terus meningkatkan kemampuan biologis-militernya di berbagai kawasan di dunia,” ungkap Kepala Pasukan Perlindungan Radiasi, Kimia, dan Biologi Rusia, Letjen Igor Kirillov, seperti dilansir Rai Al-Youm, Jumat (8/4/22).
Menyinggung data yang didaftarkan oleh Kemlu China dalam rapat informal Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di bawah formula Arria, Kirillov menilainya sebagai pertanda bahwa AS mengendalikan sekitar 336 laboratorium di 30 negara di luar yurisdiksi nasionalnya.
“Di wilayah yang berbatasan dengan Rusia dan China saja, ada sekitar 60 fasilitas yang dimodernisasi sejak 2005 dengan mengorbankan departemen militer AS,” ujarnya kepada RT.
Dia menekankan bahwa operasi militer khusus Rusia di Ukraina telah menginformasikan kepada khalayak dunia ihwal penelitian biologi militer yang dilakukan secara ilegal di Ukraina.
Juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov Rabu lalu menyatakan bahwa laboratorium biologi AS menimbulkan banyak pertanyaan tidak hanya untuk Rusia, sebab semua itu tidak transparan sehingga AS berkewajiban memberikan informasi yang komprehensif tentang itu. [Tp]