telusur.co.id - Surat kabar rezim Israel mengakui kekalahan militer rezim Zionis itu dalam melacak drone penyusup milik Hizbullah Lebanon. Menurutnya, militer Israel kalah dari sisi keamanan dan ekonomi.
Situs calcalist.co.il, Jumat (18/2/22) melaporkan, upaya mengejar drone penyusup Hizbullah Lebanon, bagi militer Israel berbiaya besar.
"Jet-jet tempur F-16 dan helikopter Apache serta rudal-rudal kubah besi tidak mampu mengejar pesawat tanpa awak yang diterbangkan dari Lebanon ke Israel," tambah koran Zionis itu.
Menurut Calcalist, bagi militer Israel, ketidakmampuan ini selain merupakan kekalahan di bidang keamanan, juga kekalahan di bidang ekonomi, dan pasukan negara itu memerlukan peralatan sederhana, dan berbiaya murah untuk mengejar drone Hizbullah.
"Hizbullah dan Hamas sudah sangat dikenal di medan tempur, dan tujuan mereka bukan hanya mempersempit ruang gerak Israel, sehingga drone mereka bisa masuk ke wilayah pendudukan, tapi juga menciptakan sebuah landasan dan fondasi untuk menyerang dengan senjata," paparnya.
Calcalist menjelaskan, militer Israel sudah mengaktifkan kubah besi, dan menerbangkan jet tempur F-16 serta helikopter Apache, tapi gagal mencegah drone Hizbullah kembali ke Lebanon.
"Ini bukan sekadar kemenangan di perang psikologis yang dibanggakan Sayid Hassan Nasrullah, dan jika drone ini dilengkapi kamera, maka Nasrullah juga akan mendapatkan video. Ini juga merupakan kekalahan ekonomi yang mengkhawatirkan, kekalahan Israel di bidang ekonomi militer baru," pungkasnya. [Tp]
Media Israel Akui Kekalahan Negara Itu dari Drone Hizbullah

Iron dome Israel. (Foto: BBC).