telusur.co.id - Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi, dinilai tidak mempunyai keinginan untuk melakukan perbaikan tata kelola pangan. Buktinya, harga pangan melonjak, dan, kedelai masih langka hingga saat ini.
Hal itu disampaikan anggota Komisi IV DPR RI Bambang Purwanto, merespons alasan Mendag yang mengungkapkan harga kedelai impor Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh masalah El Nina di kawasan Amerika Selatan, tapi juga dipicu oleh kebutuhan besar pakan ternak babi di China.
"Tidak jelas itu (alasan Mendag). Memang (Mendag) nggak punya alternatifkah? Makanya, kemarin kita undang untuk rapat dengan Mentan dan beberapa kementerian dengan komisi IV dan VI, tidak mau hadir untuk bahas masalah tata kelola pangan. Artinya Mendag tidak ada keinginan melakukan perbaikan tata kelola pangan,” kata Bambang kepada wartawan, Senin (21/2/22).
Bambang juga memandang, ketergantungan pasokan kedelai dari produsen merupakan kelemahan negara agraris seperti Indonesia. Hal ini membuat kelangkaan kedelai kerap terjadi.
"Kondisi kelangkaan kedelai bukan hanya saat ini saja sudah berulangkali dengan persoalan yang sama,” paparnya.
Oleh sebab itu, Bambang berharap, Mendag dan pemerintah dapat belajar untuk memperbaiki tata kelola pangan. Sehingga, masalah harga kedelai tidak terulang kembali.
"Masalahnya, kita tidak pernah mau belajar dari peristiwa yang lalu sehingga selalu berulang pada persoalan yang sama. Potensi negara kita cukup bagus program kemandirian pangan hanya sebatas slogan. Perbaiki tata kelola pangan selesai persoalan,” tukas politikus Partai Demokrat ini.[Fhr]