telusur.co.id - Korea utara telah menolak proposal Presiden Korea Selatan, Moon Jae-In yang baru-baru ini untuk menyatakan secara resmi berakhirnya Perang Korea, seperti dikutip dari Arirang pada Jumat (24/9/21). Hal ini mengacu upaya baru Presiden Moon untuk mengembalikan kesepakatan di tengah negosiasi nuklir yang terhenti dengan Pyongyang.

Penolakan itu datang setelah beberapa hari Presiden Moon memberikan pidatonya di sidang umum PBB pada Selasa (21/9/21) di New York, dimana ia kembali menyerukan deklarasi akhir perang. Presiden Moon memandang cara ini untuk bergerak maju dalam pembicaraan denuklirisasi. Ia turut mengusulkan agar Korea Selatan dan Korea Utara bersama Amerika Serikat dan China untuk bersatu dalam deklarasi tersebut.

Dari sebuah pernyataan yang dikeluarkan melalui media pemerintah, Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Thae Song mengatakan seruan Presiden Moon untuk deklarasi akhir perang tidak memberikan jaminan jika itu akan mengarah pada penarikan “Kebijakan Perseteruan AS” terhadap Korea Utara.

Ri menyebut situasi seben!rnya membuktikan jika deklarasi penghentian perang adalah sesuatu yang terlalu dini.

Ia menegaskan kembali jika mendeklarasikan akhir perang bukanlah hadiah dan itu dapat menjadi ‘secarik kertas belaka’ ketika ada perubahan situasi.

Sementara itu, Presiden Joe Biden dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada hari Selasa (21/9/21), mengatakan AS menginginkan diplomasi berkelanjutan untuk menyelesaikan krisis seputar program nuklir dan rudal balistik Korea Utara.

Korea Utara telah menolak tawaran AS untuk terlibat dalam dialog, dan Kepala Pengawas Atom PPB menimpali jika minggu ini program nuklir Pyongyang akan beroperasi penuh.

Pekan lalu, kedua Korea melakukan uji peluncuran rudal, dengan Pyongyang meluncurkan rudal jelajah dan rudal berbasis kereta, sedangkan Seoul telah berhasil meluncurkan SLBM buatan dalam negeri.

Secara teknis, kedua negara Korea tersebut masih berperang dingin setelah konflik 1950-1953 mereka berakhir dengan gencatan senjata daripada perjanjian damai. [Fhr]

Laporan : Nadila Firdinia