telusur.co.id - Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli ikut mengomentari kericuhan yang terjadi dalam Kongres V PAN yang digelar di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/20).
Guntur mengaitkan kericuhan yang diwarnai aksi saling lempar kursi itu dengan seruan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais untuk melakukan perang badar pada Pilpres 2014 lalu. Saat itu Amien merupakan timses capres-cawapres Prabowo-Hatta.
Guntur menduga, karena peserta kongres PAN yang terlibat kericuhan itu salah mengartikan perang badar ala Amien Rais, sehingga yang terjadi justru 'perang kursi.'
"Inilah akibat salah memahami 'Perang Badar' yang pernah dipolitisai oleh Amien Rais, jadinya 'Perang Kursi' (emoji tertawa)," tulis Guntur di akun Twitternya, @GunRomli, Selasa (11/2/2020).
Seperti diberitakan, kericuhan terjadi di hari kedua Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) yang digelar di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020).
Kericuhan diwarnai aksi saling lempar kursi dan botol air mineral antar pendukung kedua calon ketua umum PAN, yakni kubu Zulkifli Hasan dengan kubu Mulfachri Harahap.
Kericuhan kongres partai berlambang matahari putih itu mengakibatkan beberapa peserta kongres terluka dan sejumlah barang di hotel tersebut rusak.[Fhr]



