telusur.co.id - Setidaknya 10 orang tewas dalam sebuah ledakan bom bunu diri di negara bagian Galmudug, Somalia, Jumat kemarin. Bom itu meledak di tengah massa yang rencananya menyasar perdana menteri Simalia. 

Perdana Menteri Mohamed Hussein Roble sedang dalam perjalanan untuk berbicara, di sebuah stadion di kota Galkayo yang terletak di bagian tengah Somalia. Di mana banyak penduduk dan petugas keamanan telah berkumpul untuk menyambutnya sebelum ledakan terjadi.

"Lebih dari 10 orang meninggal dunia dalam ledakan, termasuk tiga personel senior militer, para prajurit dan anggota masyarakat," kata seorang anggota militer, Mayor Mohamed Abdirahman, kepada Reuters dari Galkayo. Lebih dari 20 orang mengalami luka-luka., termasuk pejabat militer senior di lokasi yaitu Jenderal Abdiasis Abdullahi Qooje yang merupakan komandan batalyon di Galmudug.

Dia mengatakan, jumlah korban tewas mungkin bertambah. Kelompok Islamis Somalia yang bersekutu dengan al Qaeda, al Shabaab, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengatakan mereka "menargetkan perdana menteri murtad yang mengunjungi kota."

Di antara mereka yang tewas, beberapa adalah lulusan Amerika Serikat, kata juru bicara operasi militer al Shabaab, Abdiasis Abu Musab, kepada Reuters.

Kelompok tersebut telah berupaya selama lebih dari satu dekade untuk menggulingkan pemerintah pusat Tanduk Afrika dan menetapkan aturannya sendiri berdasarkan interpretasi yang ketat atas hukum syariah.

Farah Ali, seorang penduduk Galkayo yang menyaksikan pemboman itu, menjelaskan, stadion itu penuh dengan kerumunan orang sebelum ledakan terjadi.

"Saya menghitung tujuh orang tewas termasuk tentara dan warga sipil dan lebih dari selusin orang terluka," katanya.[Fhr]