telusur.co.id - Komandan Pasukan Quds, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjend Esmail Ghaani mengatakan, hari-hari mendatang akan lebih sulit bagi Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel.
Fars News (14/7/20) mengutip stasiun televisi Alalam melaporkan, Brigjend Esmail Ghaani merespon kebakaran di kapal induk Amerika, USS Bon Homme Richard. Dia menuturkan, apa yang terjadi di Amerika hari ini terutama kebakaran kapal induk, adalah buah dari perilaku dan kejahatan pemerintah Amerika.
"Ini adalah janji Tuhan, barangsiapa berbuat zalim dan jahat, maka akan mendapatkan azab Ilahi. Karena mereka mengubah firman Tuhan, dan berbuat zalim serta kejahatan, maka mereka menerima murka dan azab Tuhan," kata Brigjend Ghaani.
Brigjend Ghaani menambahkan, Amerika jangan mencari-cari kambing hitam dalam insiden ini, lalu menuduh orang lain.
"Api ini mereka nyalakan sendiri, dan sekarang sedang melahap tuannya. Harus kami katakan kepada mereka, kejadian ini adalah balasan atas kejahatan kalian, peristiwa ini dilakukan oleh orang-orang kalian sendiri, Tuhan menghukum kalian dengan tangan kalian sendiri," ungkapnya.
Komandan Pasukan Quds ini menegaskan, sampai detik ini, hari-hari gembira AS akan sangat sulit, AS dan rezim Zionis Israel akan menghadapi peristiwa-peristiwa sulit.
"Kenyataannya, militer Amerika sudah lelah, dan usang, peralatan tempur mereka sudah jadi rongsokan. Sejak lama para komandan pasukan angkatan laut Amerika mengatakan bahwa kapal perang mereka tidak lebih dari seonggok besi usang. Amerika harus menerima kenyataan kondisi buruk ini, dan tidak lagi berbuat zalim kepada umat manusia dan rakyatnya sendiri," pungkas Ghaani. [Tp]



