telusur.co.id - Kanada telah menjanjikan dana sekitar $40 miliar sebagai konpensasi untuk anak-anak suku pribumi dan keluarga mereka yang mengalami diskriminasi selama di panti asuhan.
September lalu, pengadilan tinggi menguatkan putusan tahun 2016 bahwa pemerintah kurang mendanai layanan First Nations dibandingkan dengan layanan untuk anak-anak non-pribumi. Pengadilan memerintahkan pembayaran $40 miliar untuk setiap anak yang tidak diperhatikan setelah tahun 2006.
Pemerintah awalnya mengatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut. Namun, hal itu mendapat sorotan publik setelah ditemukannya lebih dari 1.100 kuburan tak bertanda di lokasi bekas sekolah perumahan.
Di tahun 1996, sistem sekolah perumahan Kanada memisahkan anak-anak pribumi dari keluarga mereka dan mengirim mereka ke sekolah asrama. Di mana banyak orang yang kekurangan gizi, dianiaya, dan dilecehkan secara seksual.
Sekitar 150.000 anak-anak First Nations, Métis dan Inuit ditempatkan di sekolah-sekolah tersebut, yang beroperasi antara tahun 1874 dan 1996.
Sistem sekolah sendiri adalah bagian dari upaya untuk mengasimilasi anak-anak pribumi dengan memaksa mereka meninggalkan bahasa aslinya dan masuk Kristen. Akibat hal ini, banyak generasi anak pribumi yang trauma dan terpaksa mengikuti kebijakan tersebut.
Jumlah kompensasi pemerintah, diharapkan akan diumumkan secara resmi pada hari Selasa. Uang tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan kasus di pengadilan 2016, dua tuntutan hukum lainnya, dan mendanai reformasi jangka panjang dalam sistem kesejahteraan anak-anak suku pribumi.
"Uang tidak berarti keadilan, namun, itu menandakan bahwa kita berada di jalur penyembuhan ke depan," kata RoseAnne Archibald, Ketua Nasional Majelis Bangsa-Bangsa Pertama, dilansir dari BBC.com, Selasa (14/12/21).
"Besarnya paket kompensasi yang diusulkan adalah bukti berapa banyak anak-anak kami yang direnggut dari keluarga dan komunitas mereka," tambahnya.
Laporan: Nadila Firdinia



