telusur.co.id - Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan, jika pada pelaksanaan ibadah haji Indonesia hanya bisa memberangkat 10 persen dari jamaah yang terdaftar, lebih baik sekalian tidak usah diberangkatkan semuanya. Karena jika hanya 10 persen yang diberangkatkan, maka bisa menciptakan ketidakadilan.
"Saran saya lebih baik ditutup lagi aja Pak Wamen. Karena bisa menciptakan ketidakadilan. Kalau hanya diberlakukan 10 persen, nanti ada yang merasa diperlakukan tidak adil," kata Jazilul dalam Diskusi 4 Pilar MPR RI bertajuk "Menanti Kepastian Pemberangkatan Haji 2021" di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/4/21).
Menurutnya, dengan kuota hanya 10 persen jamaah yang bisa diberangkatkan, maka 90 persen jamaah lainnya akan kehilangan kesempatan untuk pergi ke tanah suci tahun ini.
Namun, kata pria yang akrab disapa Gus Jazil ini, jika Pemerintah Arab Saudi hanya bisa memberikan kuota 10 persen, mungkin bisa adil jika Kementerian Agama melakukan pengundian secara terbuka.
"Bisa adil mungkin kalau pakai undian terbuka, dan disepakati oleh seluruh jamaah," tuturnya.
"Jangan sampai kriteria kaya (yang berani membayar lebih) yang dikedepankan," sambungnya.
Karenanya, dia kembali mengingatkan, supaya tak terjadi ketidak adilan, lebih baik ditutup saja haji tahun ini.
“Sekali lagi pak Wamenag, tanpa mengurangi rasa hormat lebih baik ditutup saja kalau hanya 10 persen," pungkasnya. [Tp]
Jika Hanya 10 Persen Jamaah Haji Diberangkatkan, Gus Jazil: Bisa Ciptakan Ketidakadilan
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid. (Foto: teluaur.co.id/Bambang Tri)..



