telusur.co.id -Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan apresiasi tinggi kepada para pendahulunya sebagai pelatih skuad Garuda Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, menjelang laga FIFA Series 2026 melawan Saint Kitts and Nevis. Herdman menegaskan bahwa dirinya tidak akan merombak total, melainkan membangun sebuah identitas baru di atas fondasi kukuh yang sudah ditinggalkan pelatih sebelumnya.
Dalam sesi konferensi pers jelang laga yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (27/3) besok, Herdman mengungkapkan kekagumannya pada struktur tim yang ia warisi.
Bagi Herdman, pergantian kepelatihan di tubuh Skuad Garuda merupakan sebuah proses evolusi yang positif. Ia tidak sungkan mengakui kualitas sistem pertahanan yang dibangun dan dikembangkan pada era Shin Tae-yong serta gaya bermain terbuka yang sempat dibawa Patrick Kluivert sebelumnya.
"Kerja bagus dari Shin Tae-yong, kerja bagus dari Patrick Kluivert, setiap pelatih menambahkan sesuatu pada identitas tim ini. Bagi seorang pelatih, Anda bekerja dengan pondasi yang sudah ada. Struktur pertahanan yang dibangun Shin Tae-yong sangat fantastis. Patrick (Kluivert) membawa gaya yang lebih ekspansif," ungkap Herdman kepada awak media, Kamis (26/3).
Kini, mantan pelatih timnas Kanada ini mempunyai tugas besar yaitu menyempurnakan elemen-elemen tersebut.
"Bagi saya, ini tentang membawa itu ke level berikutnya," tambahnya.
Berbekal pengalaman menangani pemain-pemain top dunia seperti Alphonso Davies (juara Liga Champions Eropa) di timnas Kanada, dua pemain Italia ketika menjuarai Piala Eropa (Euro), Lorenzo Insigne dan Federico Bernardeschi, Herdman ingin menularkan standar profesionalisme tinggi mereka ke dalam ruang ganti Timnas Indonesia. Ia menekankan pentingnya mentalitas yang kuat saat menghadapi tekanan khususnya dalam melawan tim yang lebih kuat.
"Saya beruntung pernah bekerja dengan pemenang Liga Champions, pemenang Euro. Jadi saya akan membawa mentalitas dan standar yang saya pelajari dari para pemain top itu dan mencoba menyuntikkannya ke grup ini," tutur pelatih yang meloloskan Kanada ke Piala Dunia 2022 tersebut.
Lebih lanjut, ia ingin membentuk tim yang "mungkin melengkung tapi tidak akan patah" dalam situasi sesulit apa pun di atas lapangan. Fleksibilitas menjadi yang utama bagi eks pelatih Toronto FC tersebut.
"Jadi saya akan membawa mentalitas dan standar yang saya pelajari dari para pemain top itu dan mencoba menyuntikkannya ke grup ini. Apa yang perlu kita satukan adalah semangat tim di atas segalanya."
"Level semangat tim yang baru, semangat yang mungkin melengkung tapi tidak akan patah dalam pertandingan. Dan keunggulan taktis. Kejelasan level baru bagi pemain di setiap momen pertandingan, membuat mereka lebih kohesif, lebih konsisten di momen-momen sulit yang membutuhkan mental juara. Itulah yang saya kerjakan setiap hari," jelas Herdman.
Jelang menjalani debut pada laga menghadapi tim berjuluk The Sugar Boyz, Herdman menggelar serangkaian pemusatan latihan selama empat hari. Pria asal Inggris tersebut mengaku puas dengan progres Rizky Ridho dkk. Ia menjanjikan penampilan yang lebih kohesif dan konsisten dalam menjaga intensitas permainan.
"Kami sudah berlatih bersama selama empat hari sekarang. Sesi latihannya bagus, intensitasnya tinggi. Para pemain sangat bersemangat untuk tampil di depan para fans. Anda akan melihat level baru dari semangat tim dan kegembiraan besok di lapangan," jelasnya.



