telusur.co.id - Rezim Israel berencana membangun 9.000 unit pemukiman baru di antara dua pemukiman Palestina di kawasan pendudukan Yerusalem al-Quds timur.
Menurut laporan organisasi anti-pemukiman ilegal, Peace Now, pada Selasa (18/2/20), proyek tersebut diketahui publik sehari setelah menteri transportasi Israel menyetujui proposal kontroversial untuk memperpanjang jalur kereta dari Tel Aviv hingga Kota Tua Yerusalem al-Quds timur.
Dilansir presstv, Rabu (19/2/20), Peace Now memperingatkan bahwa pembangunan ini akan mengganjal “kesinambungan perkotaan Palestina antara Ramallah dan Yerusalem …, sehingga mencegah pembentukan negara Palestina yang layak dengan ibukota di Yerusalem Timur (al- Quds). ”
Selain itu, proyek ini juga akan menyebabkan hancurnya puluhan unit perumahan Palestina yang telah berdiri di kawasan itu selama bertahun-tahun.
Di bawah ‘rencana perdamaian Timur Tengah’ atau yang dikenal sebagai Kesepakatan Abad Ini, Israel akan memiliki kekuasaan di atas seluruh wilayah al-Quds serta pemukiman di beberapa wilayah pendudukan.
Palestina telah menolak rencana itu mentah-mentah sebab mereka masih berharap Yerusalem al-Quds timur akan menjadi ibu kota negara mereka yang merdeka. [Tp]



